Said Aqil Bantah Tulis Buku Islam Ala Prabowo

Buku Islam ala Prabowo. (Istimewa)

Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj membantah menulis untuk buku Islam Ala Prabowo, menyusul sanggahan serupa dari Gus Kautsar dan TGB Zainul Majdi.

Sekretaris Pribadi Kiai Haji Said Aqil Siroj, M. Sofwan Erce, mengklarifikasi pencantuman nama mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dalam buku Islam Ala Prabowo. Sofwan menegaskan Said Aqil tak terlibat penyusunan buku itu.

“Kyai Said tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku dimaksud,” kata Sofwan mengutip pernyataan resminya, dikutip dari IG @teraskiaisaid, pada Senin (7/9/ 2026).

Atas pencantuman sepihak tersebut, pihak Said Aqil meminta namanya dihapus dari daftar kontributor. Sofwan juga mendesak agar peredaran buku dihentikan sementara hingga proses revisi dari panitia selesai dilakukan.

Bacaan Lainnya
Daftar isi yang memuat judul tulisan KH Said Aqil Siroj dari buku ‘Islam Ala Prabowo’. (Istimewa)

Sebelumnya, dua tokoh agama yakni Gus Kautsar dan TGB Zainul Majdi juga melontarkan bantahan serupa. Keduanya memastikan tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku yang terbit pada Agustus 2025 tersebut.

Peringatan Judul Sensitif

Ihwal penyusunan buku ini, Pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Profesor Kiai Haji Asep Saifuddin Chalim, membenarkan keterlibatannya. Ia menjadi salah satu penulis yang menyumbangkan naskah secara resmi.

Meski demikian, Asep mengaku terkejut melihat masifnya respons negatif publik terhadap karya tersebut. “Saya sudah mengingatkan sejak awal agar judulnya diubah karena sangat sensitif,” ujar Asep kepada bangsaonline, Ahad (6/9/2026) sore.

Selain itu, Asep menjelaskan motivasi utamanya menulis murni untuk berdakwah. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil teladan ketegasan kepemimpinan dari sosok Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Melalui tulisannya, Asep mendesak pemerintah agar tidak terus membebani rakyat miskin dengan pajak. Ia menyarankan negara memaksimalkan sumber pendapatan alternatif, khususnya dari badan usaha milik negara dan program hilirisasi.

“Saya menceritakan kisah sukses Umar bin Abdul Aziz justru agar Prabowo bisa terinspirasi dan meniru dalam memberantas korupsi dan kolusi,” kata Asep.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan