Hangabehi Resmi Dinobatkan Jadi PB XIV Versi Dewan Adat

KGPH Hangabehi resmi dikukuhkan sebagai Pakubuwono XIV dalam Upacara Jumenengan Nata SKS PAKUBUWANA XIV di Keraton Solo, Sabtu (5/9/2026).(Tangkapan layar YouTube Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta)

Hangabehi resmi dinobatkan sebagai Raja Keraton Solo PB XIV oleh Lembaga Dewan Adat. Pengukuhan ini mempertegas dualisme kepemimpinan setelah Purboyo lebih dulu diangkat pada tahun lalu.

Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto alias Hangabehi, Raja Keraton Surakarta Pakubuwono (PB) XIV versi Lembaga Dewan Adat, resmi dinobatkan pada Sabtu, 5 September 2026. Upacara Jumenengan Nata digelar di keraton setempat.

“Hangabehi terlihat meninggalkan Sitihinggil bersama prajurit, abdi dalem, dan kerabat keraton. Ia mengucapkan ikrar sebagai PB XIV di hadapan Watu Gilang,” bunyi keterangan resmi dalam kanal YouTube Lembaga Dewan Adat (LDA).

Berdasarkan catatan Samudrafakta, sebelumnya sebagian kerabat keraton telah menetapkan Purboyo sebagai PB XIV pada 5 November 2025. Pengangkatan ini dilakukan tidak lama setelah wafatnya PB XIII, ayah dari Purboyo dan Hangabehi.

Bacaan Lainnya

Penolakan LDA dan Profil Hangabehi

Ihwal latar belakang keluarga, Hangabehi adalah putra sulung almarhum PB XIII dari pernikahan keduanya dengan KRAy Winari. Ia lahir pada 5 Februari 1985 dan dinilai oleh pihak LDA lebih berhak atas takhta sebagai anak laki-laki tertua.

Gelar Hangabehi disematkan secara resmi oleh pihak LDA pada 24 Desember 2022. Langkah ini merupakan wujud penolakan dewan adat terhadap pengangkatan Purboyo sebagai putra mahkota oleh kubu kerabat lain pada Februari di tahun yang sama.

Di luar pusaran konflik kepemimpinan, bapak dua anak ini menjabat sebagai Pengageng Kasentanan. Posisi tersebut membuatnya bertanggung jawab membina Museum Keraton Solo dan mengawal program revitalisasi arahan pemerintah pusat.

Ketertarikan pada Seni Perkerisan

Selain itu, Hangabehi yang menempuh pendidikan di SMA Warga ini dikenal memiliki ketertarikan mendalam pada pelestarian pusaka. Ia berpegang teguh pada aturan adat keraton atau paugeran dalam menjalankan perannya.

Minatnya pada pusaka bahkan diakui hingga mancanegara. Hal ini terbukti saat Pemerintah Belanda melalui Kementerian Kebudayaan mengundang Hangabehi untuk menghadiri pameran keris secara khusus di negara tersebut pada September 2025.

Terkait prosesi puncak Jumenengan Nata akhir pekan ini, seluruh rangkaian adat berjalan sakral. “Setelah prosesi ikrar, Hangabehi menempati Dampar dan menyaksikan tarian sakral Bedhaya Ketawang,” sebut narasi resmi dari pihak LDA.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan