Dapur umum swadaya mengandalkan sumbangan donatur, alumni pesantren, dan wali santri. Tujuh ekor sapi turut disumbangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengunjung Muktamar Ke-35 NU.
Warga mendirikan dapur umum swadaya untuk menyediakan 7.000 porsi nasi gratis setiap hari bagi pengunjung Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Koordinator Bidang Konsumsi Lailatun Ni’mah atau Ning Eli mengatakan makanan dibagikan dalam dua tahap untuk mengurangi kepadatan sekaligus menjaga kualitas hidangan.
Sebanyak 3.500 bungkus dibagikan pada pukul 11.00 WIB. Jumlah yang sama kembali disalurkan pada pukul 17.00 WIB.
“Seluruh operasional dapur umum mengandalkan semangat kebersamaan warga Nahdliyin. Bahan makanan murni berasal dari sumbangan donatur, alumni pesantren, hingga wali santri di Jombang dan sekitarnya,” kata Ning Eli, dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia, Minggu, 30 Agustus 2026.
Alumni Sumbangkan Tujuh Ekor Sapi
Menu yang disajikan dibuat berbeda setiap hari dengan olahan daging sebagai salah satu hidangan utama. Pasokan daging tersebut didukung sumbangan tujuh ekor sapi dari alumni pesantren.
Pengolahan makanan dilakukan sejak pagi. Para relawan berbagi tugas untuk menyiapkan bahan, memotong daging, meracik bumbu dalam wadah besar, hingga membungkus dan mendistribusikan nasi.
Digerakkan Relawan Lintas Banom NU
Operasional dapur umum melibatkan puluhan relawan dari sejumlah badan otonom dan organisasi di lingkungan NU.
Mereka berasal dari Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, serta Taruna Siaga Bencana.
Menurut Ning Eli, dapur umum tersebut tidak sekadar menyediakan makanan gratis. Kegiatan itu juga menjadi bentuk gotong royong dan pelayanan warga Jombang kepada muktamirin serta pengunjung yang datang dari berbagai daerah. ***





