Pemkot Surabaya siapkan 2.700 stan kosong di pasar milik Pasar Surya tanpa biaya sewa bagi pedagang pasar tumpah dan PKL. Pedagang dipersilakan melapor jika ada oknum yang minta bayaran.
Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan sekitar 2.700 stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya Perseroda untuk menampung pedagang pasar tumpah maupun pedagang kaki lima (PKL) yang sedang ditata. Fasilitas itu diberikan tanpa biaya sewa sebagai bentuk solusi penataan agar pedagang tetap bisa berusaha.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma menjelaskan, penataan PKL dan pedagang pasar tumpah selalu diawali sosialisasi intensif oleh camat dan lurah.
“Penertiban PKL ataupun pasar tumpah, pasti sebelumnya jauh-jauh hari pemangku wilayah, Pak Camat terutama, pasti akan melakukan sosialisasi,” ujar Vykka, Senin (13/7/2026).
Setelah ditertibkan, pedagang difasilitasi menempati stan kosong di pasar. “Kami fasilitasi tidak berbayar,” tegasnya. Pedagang dipersilakan melapor ke Pemkot atau hotline Wali Kota Eri Cahyadi jika ada oknum yang meminta biaya untuk mendapatkan stan.
Menurut Vykka, kebijakan ini menunjukkan keberpihakan Pemkot kepada pelaku usaha kecil. Penataan bukan hanya soal penertiban, tapi juga menghadirkan solusi nyata.
Data BPSDA mencatat ada sekitar 2.200 pedagang pasar tumpah ber-KTP Surabaya dan 500 ber-KTP luar kota. Jumlah stan kosong yang tersedia masih mencukupi. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan sekitar 570 stan di Sentra Wisata Kuliner yang bisa dimanfaatkan.
Pemkot akan menindak tegas penyalahgunaan stan, seperti diperjualbelikan atau tidak digunakan untuk berjualan. Contohnya kasus di Pasar Tembok Dukuh yang sudah ditindak.
Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda Agus Priyo membenarkan ketersediaan 2.700 stan kosong di seluruh pasar yang dikelola. “Itu memang betul-betul kosong, yang bisa dari teman-teman PKL untuk bisa bergabung dengan kami,” katanya.
Meski proses relokasi tak selalu mudah karena sebagian pedagang enggan meninggalkan lokasi langganan, sosialisasi terus dilakukan. Agus menegaskan bahwa memperoleh stan awal gratis, pedagang hanya dikenai iuran operasional Rp53.000 per bulan (Rp50.000 kebersihan + Rp3.000 administrasi) setelah menempati.***





