Agrinas merespons cepat keluhan gaji pengelola KDKMP Bojonegoro dan berjanji mengevaluasi sistem.
Jagat maya sempat heboh pada awal Juli lalu. Puluhan pengelola gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bojonegoro serentak menutup toko mereka.
Alasannya sangat mendasar: ketidakjelasan sistem pengupahan yang sangat timpang dari kesepakatan awal.
Merespons situasi yang memanas ini, PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pengelola utama akhirnya angkat bicara dan meredam polemik.
Merespons Keresahan Akar Rumput
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, tampil ke publik untuk menenangkan situasi.
Ia memastikan perusahaan mendengar dan memahami keresahan para pengelola gerai di lapangan. Bagi Joao, kesejahteraan personel tetap menjadi prioritas utama.
”Menanggapi isu yang berkembang di media sosial terkait proses penggajian personel KDKMP, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih atas setiap perhatian, masukan, dan kepedulian yang diberikan. Kesejahteraan para personel adalah prioritas yang tidak pernah kami kompromikan,” tulis Joao melalui akun Instagram pribadinya @bung.joaomota, Kamis (9/7/2026).
Evaluasi Sistem Menyeluruh
Pernyataan tersebut langsung diikuti dengan tindakan nyata. Joao menegaskan timnya sedang mengevaluasi seluruh sistem pengelolaan yang berjalan selama sepekan terakhir.
Perusahaan, kata dia, berkomitmen membedah akar masalah dan membereskan setiap ketidaksesuaian data upah.
”Sepekan terakhir kami terus mengecek total sistem yang berjalan. Kami berkomitmen setiap ketidaksesuaian data segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secepatnya setelah verifikasi,” tegasnya.
Joao menambahkan, perusahaan telah menyelesaikan sebagian masalah pembayaran ini, sementara proses verifikasi masih terus berlanjut. Langkah ini sangat krusial mengingat Agrinas saat ini mengelola 1.061 gerai di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Tidak berhenti di situ, perusahaan juga tengah mengebut pembangunan lebih dari 80.000 unit gerai dan gudang KDKMP di seluruh pelosok Indonesia.





