Bahlil Ultimatum PLN soal Pemadaman Listrik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Samudrafakta)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengultimatum PLN agar segera menuntaskan persoalan pemadaman listrik yang dikeluhkan warga di berbagai daerah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan ultimatum kepada PT PLN (Persero) untuk segera mengambil langkah terukur mengatasi pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin gangguan pasokan listrik kembali terjadi karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia secara andal.

“Saya sudah menyampaikan kepada PLN agar segera melakukan langkah-langkah terukur supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat,” kata Bahlil saat kunjungan kerja di Purworejo, Jumat (20/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Bahlil, pemerintah terus mengevaluasi kinerja PLN menyusul meningkatnya keluhan masyarakat. Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, ia mengaku masih berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN untuk membahas penanganan gangguan listrik.

Evaluasi Teknis dan Tuntutan Perbaikan

Bahlil menjelaskan hasil evaluasi sementara menunjukkan persoalan yang disampaikan PLN lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis operasional, termasuk kebutuhan peralatan dan dukungan teknis untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Mitigasinya adalah kami melakukan rapat evaluasi dan kontrol kepada PLN. Masalah yang disampaikan PLN itu lebih kepada persoalan teknis mereka,” ujarnya.

Meski demikian, Bahlil menegaskan masyarakat tidak boleh dirugikan oleh persoalan teknis tersebut. PLN sebagai operator sistem kelistrikan nasional wajib memastikan layanan berjalan optimal dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Saya Kurang Tegas Apa Lagi?”

Bahlil menepis anggapan bahwa pemerintah kurang tegas dalam menangani persoalan listrik. Ia menyebut ultimatum sudah diberikan dan kini tinggal menunggu implementasi teknis dari PLN.

“Pemerintah tegas. Saya sudah kurang tegas apa lagi, sudah kita kasih ultimatum begitu. Tinggal teknis implementasinya di PLN,” katanya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan