Harga minyak mentah dunia anjlok pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026), menyusul pengumuman berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen positif langsung merayapi pasar energi global setelah Pakistan selaku mediator resmi mengumumkan berakhirnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pengumuman ini diikuti komitmen pembukaan kembali Selat Hormuz.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa upacara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian secara formal dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6/2026) mendatang.
Merespons kabar damai tersebut, bursa komoditas internasional langsung merosot. Minyak mentah jenis Brent turun 3,8 persen ke angka 84,02 dolar AS per barel, sementara minyak standar dagang AS (WTI) merosot 4,1 persen menjadi 81,40 dolar AS per barel.
Deklarasi Kemenangan Diplomasi
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa draf perjanjian perdamaian telah difinalisasi secara penuh oleh kedua belah pihak dan siap ditandatangani akhir pekan ini.
Otoritas Teheran memastikan pembukaan blokade perairan akan dieksekusi bertahap mulai Ahad malam waktu AS. Pihak Iran mengklaim keberhasilan diplomasi ini sebagai buah dari ketahanan militer mereka selama masa perang berlangsung.
“Musuh yang melancarkan serangan gagal di semua tujuan jahatnya, dan Republik Islam mencapai kemenangan besar dalam perang,” ujar Kazem Gharibabadi di Teheran, Senin (15/6/2026) pagi.
Respons Cepat Donald Trump
Konfirmasi senada juga dilayangkan oleh Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump melalui akun media sosial Truth Social memastikan bahwa kesepakatan bilateral tersebut telah rampung dan menginstruksikan pemulihan jalur laut bebas.
Trump menjamin arus logistik maritim global akan kembali normal tanpa ada hambatan tarif, bersamaan dengan pembongkaran pos militer blokade armada laut pertahanan komersial AS di kawasan perairan Timur Tengah.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang komplet. Saya telah mengautorisasi pembukaan Selat Hormuz tanpa tol bersamaan dengan pencabutan segera blokade maritim AS. Minyak akan mengalir,” tulis Donald Trump, Senin (15/6/2026).





