Survei Sun Life menjelang Hari Kartini menyoroti ironi yang dihadapi banyak perempuan Indonesia. Mereka makin dominan mengatur uang keluarga, tetapi kesehatan dan masa depan finansial sendiri justru kerap dikorbankan.
Menjelang Hari Kartini, survei Sun Life menyoroti beban yang dipikul perempuan Indonesia di tengah peran mereka yang makin besar dalam rumah tangga. Di balik tanggung jawab itu, banyak yang justru menunda kebutuhan pribadi demi anak, orang tua, dan keluarga.
Dalam naskah survei itu disebut, 57 persen perempuan Indonesia pernah mengabaikan perawatan medis untuk mendukung anak atau lansia. Pengorbanan lain juga muncul dalam bentuk mengurangi rekreasi, membatasi investasi, hingga menunda tabungan pensiun.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan banyak perempuan berkorban tanpa diminta. “Dalam menjaga keluarga, perempuan seringkali mengorbankan kesehatan, rasa aman, dan rencana finansial mereka sendiri,” kata Albertus dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 12 April 2026.
Tersandera Beban Pengasuhan
Survei itu juga memperlihatkan kuatnya tekanan generasi sandwich. Sebanyak 96 persen perempuan memperkirakan akan menopang perawatan orang tua lanjut usia, tetapi hanya 26 persen yang sudah menyisihkan minimal 10 persen pendapatan untuk kebutuhan tersebut.
Akibatnya, perempuan menghadapi apa yang disebut sebagai penalti rangkap tiga. Sebanyak 59 persen menyebut tanggung jawab pengasuhan menghambat keamanan finansial, 47 persen berdampak pada karier, dan 47 persen membatasi waktu untuk merawat diri sendiri.
Dominan Mengatur Uang Keluarga
Di saat yang sama, perempuan Indonesia justru memegang peran penting dalam keputusan keuangan rumah tangga. Sebanyak 62 persen mengaku menjadi pengambil keputusan terakhir dalam urusan keuangan keluarga, bahkan naik menjadi 92 persen pada perempuan yang menjadi pencari nafkah utama.
Meski tanggung jawabnya besar, hanya 13 persen yang aktif melibatkan penasihat keuangan profesional. Padahal, rasa aman untuk jangka panjang juga belum kokoh. Hanya 19 persen yang merasa sangat siap menghadapi kejadian finansial besar yang tak terduga.




