Kronologi 4 Hari yang Mengguncang Iran 

Ilustrasi dibuat menggunakan AI.
Dari Jenewa hingga Teheran, konflik berubah jadi transisi kekuasaan.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam dalam empat hari terakhir. Kebuntuan diplomasi nuklir di Eropa berujung pada serangan militer, lalu berubah menjadi fase transisi kepemimpinan di Teheran.

Berikut kronologi perkembangan 26 Februari hingga 2 Maret 2026 berdasarkan laporan media internasional dan Iran.

Kamis, 26 Februari 2026 – Jenewa

Perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran kembali digelar di Jenewa. Mediator dari Oman menyebut ada kemajuan terbatas dalam pembahasan teknis.

Bacaan Lainnya

Namun negosiasi berakhir tanpa kesepakatan final. Situasi ini menyisakan ketidakpastian tinggi di tengah tekanan politik dan militer yang meningkat di kawasan.

Jumat, 27 Februari 2026

Sehari setelah perundingan buntu, ketegangan meningkat. Sejumlah laporan internasional menyebut Washington menyiapkan opsi militer apabila jalur diplomasi benar-benar gagal.

Tenggat awal Maret disebut sebagai momentum krusial. Narasi “opsi terakhir” mulai menguat di berbagai pemberitaan global.

Sabtu, 28 Februari 2026

Eskalasi berubah menjadi konfrontasi terbuka. Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar ke Iran.

Dalam laporan tersebut disebutkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur akibat serangan.

Peristiwa ini langsung mengguncang struktur kekuasaan Republik Islam. Status siaga tinggi diberlakukan di sejumlah wilayah, sementara spekulasi tentang suksesi mulai mencuat.

Minggu, 1 Maret 2026

Teheran bergerak cepat mencegah kekosongan kekuasaan. Iran mengaktifkan Pasal 111 Konstitusi yang mengatur mekanisme darurat bila Pemimpin Tertinggi wafat.

Media Iran Tasnim melaporkan Ali Larijani mengumumkan pembentukan dewan kepemimpinan sementara.

Mengutip ISNA dan dilaporkan ulang oleh Reuters, komposisi dewan tersebut terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, serta ulama senior Ayatollah Alireza Arafi.

Associated Press menjelaskan, dewan tiga orang ini menjalankan fungsi kepemimpinan negara hingga Majelis Ahli Iran memilih Pemimpin Tertinggi yang definitif.

Senin, 2 Maret 2026 – Status Terkini

Hingga awal pekan ini, Iran belum mengumumkan Pemimpin Tertinggi baru.

Pos terkait