Program ketahanan pangan juga diamalkan di lingkungan rumah tahanan negara atau rutan. Di Rutan Kelas IIB Marabahan, Barito Kuala, Kalimanten Selatan, misalnya, dukungan itu ditunjukkan dengan membina warga binaan untuk menanam tanaman pangan di lingkungan rutan.
Pada Selasa, 11 Februari 2025, warga rutan bareng Kepala Rutan Marabahan, Adhy Prasetyanto, berhasil memanen 21 kg terong. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Rutan terhadap program Asta Cita Presiden RI, serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Proses budidaya terong di Rutan Marabahan itu dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.
“Alhamdulillah, panen terong kali ini membuahkan hasil yang baik. Saya mengapresiasi kerja keras petugas dan Warga Binaan dalam mengelola pertanian ini dengan penuh dedikasi,” kata Adhy, dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Terong yang dipanen selanjutnya dijual kepada vendor penyedia bahan makanan Rutan Marabahan, untuk diolah sebagai menu bagi warga binaan. Selain itu, warga binaan yang terlibat dalam proses budidaya juga memperoleh premi dari hasil penjualan, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka.
Rutan Marabahan berencana memperluas kegiatan pertanian ke depannya, dengan menanam berbagai sayuran lainnya. “Kami akan terus mendorong perkembangan program ini demi mewujudkan ketahanan pangan dan kemadirian Warga Binaan,” tegas Adhy.***





