NBC News melaporkan jika Donald Trump terpilih sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024. Sebagaimana dilansir NBC News pada Rabu, 6 November 2024, calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump memperoleh 277 electoral college, sementara pesaingnya dari Partai Demokrat, Kamala Harris meraih 224.
Kemenangan Trump pada Pilpres AS kali ini menggagalkan upaya Harris untuk mencatatkan sejarah sebagai presiden wanita pertama Amerika Serikat.
“Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Amerika atas kehormatan luar biasa karena terpilih sebagai presiden ke-47 dan presiden ke-45,” kata Trump, di hadapan para pendukungnya di Pusat Konvensi West Palm Beach, Florida, dikutip dari NBC News.
Trump, dalam pidatonya, juga berjanji bakal membawa Amerika Serikat kembali pada masa kejayaan dan memperbaiki masalah di perbatasan.
“Kita akan membantu negara kita pulih, memperbaiki perbatasan kita, kita membuat sejarah karena suatu alasan malam ini. Kita telah mencapai kemenangan politik yang paling luar biasa,” ujarnya.
Kemenangan ini merupakan sebuah langkah luar biasa bagi Trump. Sebab, dia adalah presiden pertama AS yang pernah dimakzulkan dan pernah dihukum karena kejahatan.
Penolakan Trump menerima kekalahan pada pemilihan Presiden AS 4 tahun lalu memicu pemberontakan berdarah di Gedung Capitol AS.
Kemenangan ini juga merupakan pencapaian politik yang luar biasa bagi Senator JD Vance dari Ohio, yang memenangkan pemilihan pertamanya hanya 2 tahun sebelumnya.
Baru berusia 40 tahun, Vance, seorang mantan kritikus Trump yang berubah menjadi loyalis dan pendukung utama gerakan populis sayap kanan presiden terpilih. Kini dia menjadi orang pertama dalam garis suksesi presiden.***





