Awas! Wabah Cacar Monyet Menyebar Lewat Jaringan Seksual

Ilustrasi penyebaran cacar monyet atau monkeypox. Foto:Canva

JAKARTA — Wabah cacar monyet yang melanda Republik Demokratik Kongo (RDK) dan beberapa negara Afrika lainnya kini dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan ini diumumkan oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, setelah menerima rekomendasi dari Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005.

Deklarasi ini dilakukan karena penyebaran virus cacar monyet yang semakin cepat di beberapa wilayah Afrika, terutama di bagian timur RDK. Berdasarkan data WHO, varian virus yang disebut clade 1b tampaknya menyebar melalui jaringan seksual, yang menyebabkan peningkatan kasus yang signifikan di RDK dan negara-negara tetangganya. Hingga kini, lebih dari 15.600 kasus dan 537 kematian telah dilaporkan di RDK, dengan jumlah kasus yang diperkirakan terus meningkat.

Dr. Tedros mengungkapkan keprihatinannya terkait munculnya kelompok kasus baru dan penyebaran yang cepat di wilayah tersebut. “Situasi ini sangat mengkhawatirkan, terutama karena penyebarannya melalui jaringan seksual, yang berpotensi menyebar lebih luas tidak hanya di Afrika tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Dr. Tedros, Jumat (16/8/2024).

Bacaan Lainnya

Direktur Regional WHO untuk Afrika, Dr. Matshidiso Moeti, menekankan pentingnya respons internasional yang terkoordinasi untuk menghentikan wabah ini. “Kami bekerja erat dengan pemerintah dan masyarakat setempat untuk memperkuat upaya penanggulangan cacar monyet. Dengan meluasnya penyebaran virus, kami meningkatkan upaya lebih lanjut untuk mendukung negara-negara yang terdampak,” katanya.

WHO juga telah merekomendasikan penggunaan dua vaksin yang efektif dalam memerangi cacar monyet, termasuk di Nigeria dan RDK. Proses Daftar Penggunaan Darurat untuk vaksin ini sedang dilakukan guna mempercepat distribusi ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Untuk mendukung kegiatan surveilans, kesiapsiagaan, dan respons terhadap wabah cacar monyet, WHO memproyeksikan kebutuhan dana awal sebesar 15 juta dolar AS. Hingga kini, WHO telah mengeluarkan 1,45 juta dolar AS dari Dana Kontingensi WHO untuk Keadaan Darurat, namun lebih banyak dana diperkirakan akan diperlukan.

Pos terkait