Polemik Mahalnya Harga Sewa Venue Piala AFF U-19, Wali Kota Eri Tegur Keras Kepala Disbudporapar

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan mengevaluasi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) menyusul terbitnya surat permohonan pembayaran untuk pemanfaatan venue pertandingan dan latihan yang dikirimkan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Eri Cahyadi menyatakan kekecewaannya terhadap Kepala Dinas Disbudporapar, Hidayat Syah, karena surat tersebut tidak sesuai dengan arahan awal yang telah disampaikan kepada seluruh staf.

“Saya memiliki visi jelas bahwa siapa pun yang mempromosikan Kota Surabaya atau Indonesia harus mendapatkan dukungan penuh. Saya sudah menegur Kepala Dinas dengan keras dan meminta klarifikasi serta evaluasi,” tegas Eri Cahyadi, Jumat (16/8).

Eri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, menjelaskan bahwa sejak awal dirinya telah memberikan instruksi untuk memberikan keringanan biaya sewa untuk acara yang membawa nama besar Indonesia, seperti turnamen Piala AFF U-19.

Bacaan Lainnya

Eri mengakui adanya miskomunikasi antara Disbudporapar dan PSSI terkait surat permohonan pembayaran untuk pemanfaatan venue.

“Saya melibatkan jaksa pengacara negara untuk memberikan keringanan pembayaran sewa venue untuk acara yang membawa nama besar kota dan negara. Ini sesuai dengan visi saya,” jelasnya.

Menurut Eri, dinas tidak seharusnya hanya fokus pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari event-event besar yang berpotensi mempromosikan kota dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Orientasi dinas tidak boleh hanya pada pendapatan langsung, tetapi juga pada pendapatan tidak langsung seperti branding Surabaya dan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Eri.

Wali Kota Eri menekankan bahwa pemberian keringanan pembayaran sewa untuk acara penting, seperti Piala AFF, adalah prioritasnya.

“Saya akan mengevaluasi lebih lanjut tindakan Disbudporapar. Jika untuk Persebaya saja ada diskon, tentunya untuk acara berskala internasional seperti ini juga harus ada keringanan,” ujarnya.

Eri juga mengungkapkan bahwa sebelum turnamen AFF dimulai, ia telah meminta PSSI untuk menjadikan Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai salah satu venue. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan stadion kebanggaan Surabaya ke pentas internasional.

Kepala Disbudporapar Surabaya, Hidayat Syah, telah meminta maaf kepada PSSI, penggemar sepak bola, dan seluruh masyarakat Indonesia terkait surat permohonan pembayaran sewa venue yang tersebar. Ia juga telah berkoordinasi dengan PSSI untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Hidayat mengakui mendapatkan teguran keras dari Wali Kota Eri Cahyadi. Eri sebelumnya sudah menginstruksikan agar ada keringanan biaya sewa untuk acara yang membawa nama besar kota, terutama negara seperti Piala AFF.

“Surat tagihan tersebut belum sempat kami cek apakah sudah diterapkan diskon atau belum. Kami mengakui kesalahan karena surat tersebut sudah terkirim ke PSSI dan menjadi polemik,” kata Hidayat.

“Hari ini kami mengakui kesalahan kami. Seharusnya, seperti pada kasus Persebaya, ada diskon yang diterapkan. Kesalahan kami adalah tidak mengecek terlebih dahulu surat permohonan pembayaran sewa,” pungkas Hidayat.

Pos terkait