MAROS-PANGKEP – Sebuah gua batu kapur di Leang Karampuang, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, menyimpan lukisan manusia modern tertua di dunia yang diperkirakan berusia lebih dari 51.200 tahun. Penemuan ini mengungkap representasi tiga sosok mirip manusia yang berinteraksi dengan seekor babi Sulawesi dalam lukisan purba.
Lukisan ini menggambarkan tiga sosok mirip manusia berwarna merah, berinteraksi dengan seekor babi Sulawesi besar yang berdiri tegak dengan mulut terbuka sebagian. Salah satu sosok manusia terbesar digambarkan merentangkan dua tangan, dengan tangan kiri memegang semacam tongkat.
Kawasan Karst Maros-Pangkep, yang merupakan kawasan karst terluas di Indonesia dan kedua terluas di dunia setelah karst di Guangzhou, Cina, menjadi rumah bagi seni cadas tertua di dunia. Lukisan-lukisan ini ditemukan di beberapa gua di kawasan tersebut, termasuk Leang Barugayya 2, Bulu Bettue, Burung 2, Timpuseng, Bulu’ Sipong 4, dan Balangajia 1.
Namun, hanya lukisan figuratif di tiga leang, yakni Timpuseng, Bulu’ Sipong, dan Tedongnge yang menjadi perhatian utama. Penemuan seni cadas purba ini dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama dua universitas internasional, yakni Southern Cross University (SCU) dan Griffith University.
Para peneliti menggunakan pendekatan ilmiah baru untuk menentukan usia minimum lukisan ini, dengan menggunakan laser untuk menganalisis kalsium karbonat yang terbentuk di atas lukisan. “Metode ini merupakan perbaikan signifikan dibandingkan metode lain dan akan merevolusi penanggalan seni cadas di seluruh dunia,” kata seorang spesialis ilmu arkeologi di Griffith University, Australia, dan salah satu pemimpin penelitian, Maxime Aubert, yang diterbitkan pada Rabu (3/7/2024) di jurnal Nature.
Adegan tersebut didominasi oleh representasi seekor babi berukuran 92 cm x 38 cm yang berdiri tegak bersama tiga figur mirip manusia yang lebih kecil, dicat dengan pigmen merah tua. Para peneliti menafsirkan lukisan ini sebagai adegan naratif, yang menjadikannya bukti tertua mengenai penceritaan dalam seni.
“Tiga figur yang menyerupai manusia dan satu sosok babi tidak digambarkan secara terpisah dalam panel seni cadas tersebut,” kata arkeolog Universitas Griffith dan salah satu pemimpin studi, Adam Brumm.