RIYADH — Mahkamah Agung Arab Saudi menyatakan bahwa Selasa (9/4/2024) menjadi hari terakhir bulan suci Ramadhan 1445 hijriah, dan perayaan Idul Fitri jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Hal ini didasarkan pada pemantauan bulan sabit 1 Syawal yang tidak terlihat pada Senin (8/4/2024) malam, atau 29 Ramadhan 1445 Hijriah.
Salat Idul Fitri akan berlangsung di seluruh Kerajaan Arab Saudi pada Rabu, 15 menit setelah matahari terbit. Demikian arahan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, Syekh Abdullatif Al-Asheikh seperti dilansir laman Arab News, Selasa (9/4/2024)
Dalam surat edaran, menteri mengatakan bahwa salat Idul Fitri harus dilaksanakan di tempat salat terbuka yang telah ditentukan, serta di semua masjid kecuali masjid yang berdekatan dengan tempat salat.
Menteri Abdulaltif memastikan semua layanan yang diperlukan, termasuk pemeliharaan, pembersihan, dan pengoperasian, sudah siap. “Para jamaah dapat melakukan salat dengan mudah dan nyaman,” katanya.
Mohammed Aslam, karyawan agen perjalanan di Riyadh menyambut pengumuman Idul Fitri dengan gembira. “Idul Fitri adalah hari yang penuh sukacita dan berkah. Idul Fitri adalah hari di mana Allah SWT memberikan pahala kepada semua orang beriman yang dengan tulus mendedikasikan waktu mereka selama bulan suci Ramadhan untuk memohon kebaikan-Nya,” ujarnya kepada Arab News.
Majed Abdullah Al-Hedayan, seorang pengacara di Riyadh, menambahkan bahwa Penampakan bulan menandakan berakhirnya bulan Ramadhan. Idul Fitri merupakan perayaan selama seminggu penuh dengan keluarga-keluarga yang mengadakan pertemuan, pesta, bertukar hadiah, dan permen.
“Seiring berjalannya hari, setiap orang mengunjungi teman dan keluarga untuk saling bertukar sapa dan mengambil bagian dalam momen-momen penuh sukacita. Kami merayakannya bersama kerabat kami. Selain itu, beberapa keluarga memesan istirahas (resor) dan mengatur pertemuan keluarga untuk berbagi dalam acara yang menggembirakan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Masjidil Haram telah mengkhatamkan Al Quran pada malam ke-29 Ramadhan. Menurut laporan Saudi Press Agency, lebih dari 2,5 juta jamaah berkumpul di Masjidil Haram untuk salat Isya dan Tarawih pada malam ke-29 Ramadhan. Mereka berpartisipasi dalam mengkhatamkan Al Qur’an.
Masjidil Haram sejak pagi telah terisi penuh dengan jamaah umrah yang terus berdatangan ke Mekkah. Imam Masjidil Haram dan Kepala Kepresidenan Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdulrahman Al-Sudais memimpin doa, dan memohonkan pengampunan serta keselamatan bagi seluruh umat Islam.
Salat Tarawih di Masjid Nabawi, Madinah, juga menjadi saksi selesainya pembacaan Al Qur’an. Imam Masjid Nabawi, Syekh Salah Al-Budair, memimpin para jamaah dan berdoa untuk memohonkan pengampunan bagi umat Islam.
Sebelumnya, pada hari Ahad (7/4/2024), Mahkamah Agung Arab Saudi menyerukan kepada seluruh umat Islam di seluruh Kerajaan untuk melihat bulan sabit Syawal pada Senin malam, 29 Ramadan, yang bertepatan dengan tanggal 8 April.
Dalam pengumumannya, Mahkamah Agung meminta setiap orang yang mengamati bulan sabit Syawal dengan mata telanjang atau melalui teleskop untuk melaporkannya ke pengadilan terdekat dan mencatat kesaksian mereka. Arab Saudi dan negara di Timur Tengah mengawali Ramadhan pada 11 Maret 2024.





