JAKARTA—Sudah jamak diketahui masyarakat luas bahwa Ramadhan membawa pengaruh bagi perputaran ekonomi Indonesia. Turunnya Tunjangan Hari Raya atau THR, juga bonus di beberapa institusi di bulan suci ini, membuat daya beli masyarakat Indonesia meningkat. Ke mana saja uang tersebut dibelanjakan?
Menurut hasil jajak pendapat dari Jakpat—sebuah aplikasi survei daring di Indonesia, yang menghubungkan berbagai pelaku survei dengan para responden yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia—sebanyak 49 persen responden mengaku membelanjakan uang mereka sepekan menjelang, sedangkan 40 persen memilih pekan ketiga bulan suci.
“Responden juga lebih cenderung mempersiapkan rumahnya dengan barang-barang rumah tangga baru sebelum Ramadhan dimulai,” demikian tulis laporan Jakpat, dikutip Rabu (3/4/2024).
Dalam sebuah laporan bertajuk Welcoming 2024 Ramadan & Eid, 2024 Jakpat Special Report Series, Jakpat menyebut bahwa sebanyak 92 persen dari 1.200 responden memilih membeli pakaian sebagai belanja di momen Ramadhan tahun ini.
Disusul kemudian dengan pembelian peralatan ibadah sebesar 65 persen; alas kaki 57 persen; serta aksesoris 54 persen.
Ada perbedaan mengenai daftar belanja di Ramadhan dari sudut pria dan wanita.
“Perempuan lebih cenderung membeli aksesoris fesyen dan separuh dari mereka ingin membeli riasan/perawatan kulit. Sedangkan 1 dari 5 pria berencana membeli gadget atau barang elektronik,” tulis Jakpat.

Survei Jakpat dilakukan pada awal tahun 2024, dengan mayoritas responden kelompok umur milenial dari kelas ekonomi menengah. Mayoritas responden tinggal di Pulau Jawa.





