Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan alokasi anggaran pendidikan 2026 dalam RAPBN mencapai Rp757,8 triliun. Dari jumlah itu, Rp335 triliun atau 44 persen dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
__________
Pengamat ekonomi, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai porsi tersebut terlalu besar dan berisiko mengorbankan pos penting lain. “MBG mengambil porsi yang cukup besar dari pos belanja lain, bukan sekedar dari efisiensi anggaran,” ujar Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Sabtu, 16 Agustus 2025.
Bhima menyoroti bahwa anggaran MBG bahkan melampaui anggaran kesehatan yang hanya Rp244 triliun. “Bahkan MBG jauh di atas anggaran kesehatan. Begitu juga di pos pendidikan porsinya besar,” katanya.

Menurutnya, konsekuensi langsung dari dominasi MBG adalah terpinggirkannya program peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan mutu pendidikan.
“Imbasnya demi MBG, anggaran untuk peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan kualitas pendidikan jadi di nomor duakan,” tegas Bhima.
Ia mengingatkan, kebijakan ini bisa berakibat fatal bagi masa depan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. “Ini mengancam kualitas SDM ke depan, padahal MBG harusnya komplementer bukan substitusi perbaikan SDM,” tutupnya. ***





