Unan-unan: Ritual Lima Tahunan Suku Tengger sebagai Simbol Syukur dan Harmoni Alam

Tradisi Unan-unan yang dilakukan suku Tengger pada Selasa, (10/4/2024) lalu. Foto tangkap layar Indonesia.go.id

Timbul Oerip, tokoh Hindu Bali asal Tengger, mengungkapkan bahwa unan-unan juga menjadi simbol toleransi antarumat beragama yang masih terjaga hingga kini. Masyarakat Tengger gotong royong menyiapkan seluruh perlengkapan sesaji termasuk membangun ancak. “Kami memegang teguh pesan orang tua dan leluhur agar terus menjaga kerukunan hidup dan hubungan lintas iman,” terangnya.

Kerukunan itu nyata terlihat di Desa Ngadas, Dusun Sepuh, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, di mana pura, vihara, dan musala dibangun berdekatan dan saling berhadapan. Tradisi unan-unan ini juga menarik perhatian wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri karena keunikan dan pelaksanaannya yang dilakukan setiap lima tahun.

Tradisi unan-unan bukan hanya sekadar ritual adat, melainkan juga warisan budaya yang mengajarkan pentingnya hidup harmonis dengan alam dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Sebuah pesan universal dari dataran tinggi Tengger yang masih relevan hingga kini.

Bacaan Lainnya

Pos terkait