Kenapa Hari Raya Idul Fitri Disebut “Lebaran”?

Lebaran bukan sekadar ibadah ritual bagi masyarakat Indonesia, tetapi sudah menjadi bagian dari tradisi yang melekat. FOTO: Ilustrasi Canva

Sementara dalam bahasa Sunda, kata “lebaran” juga diambil dari kata “lebar”, namun dalam arti “melimpah”. Sedangkan menurut tradisi Madura, kata dasar “lebaran” adalah  “lober”, yang berarti “tuntas”. Pendapat ini disampaikan oleh Ahli Bahasa Balai Bahasa Sumatera Utara, Agus Bambang Hermanto, sebagaimana disitat dari detikcom.

Dari berbagai penjelasan di atas, kentara bahwa asal-usul kata “lebaran”, yang merujuk pada Hari Raya Idul Fitri, sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia. Istilah ini diambil dari berbagai bahasa daerah di Indonesia. Sedangkan kata “lebaran” telah tercatat dalam kamus sejak 1959.

Apakah istilah ‘Lebaran’ memiliki arti berbeda dengan Idulfitri? Menurut KBBI, kata Lebaran dan Idulfitri memiliki arti yang sama. Keduanya sama-sama diartikan sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Bacaan Lainnya

Secara etimologi, atau secara asal-usul, kata Idul Fitri—yang dirujuk oleh istilah “lebaran”—berasa  dari bahasa Arab, yakni (عِيْدٌ) ‘īd yang artinya ‘perayaan’ dari kata (عَادَ) ‘āda yang artinya ‘kembali; mengunjungi’; dan dari kata (اَلْفِطْرُ) al-fiṭr yang artinya ‘buka puasa’. Juga dari kata (فَطَرَ) “faṭara”, yang artinya “menciptakan; meragi; membatalkan puasa”.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1445 Hijiryah. Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir dan batin.◼︎

Pos terkait