Seorang Anak Tewas Kesetrum
Di hari yang sama, Jumat (15/3), seorang anak berinisial FLK (13) juga ditemukan tewas tesetelah kena setrum di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Menurut keterangan seorang warga, Fastabiqhul—dikutip dari Tribun Muria—korban dan sejumlah temannya awalnya bermain di jalan area persawahan yang tergenang banjir. Lalu tiba-tiba dia mendengar teriakan minta tolong.
“Ada anak-anak minta tolong, terus saya tolongin. Ternyata ada anak kesetrum. Langsung saya tolongin dengan bambu,” tuturnya, Sabtu (16/3), dilansir dari Tribun Muria.
Menurut Fastabiqhul, tangan anak tersebut tampak menyentuh tiang lampu. Dia coba melepaskan tangan anak itu dari tiang dengan bambu. Upaya Fastabiqhul berhasil. Ia kemudian membawa dua korban yang tersengat listrik itu ke tempat kering.
“Setelah ditolong, kedua anak itu dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mejobo AKP Rusmanto menyampaikan, seorang anak yang juga tersengat listrik berinisial R (13). Kedua korban lantas dibawa ke puskesmas terdekat untuk dirawat. Namun, nyawa FLK tak tertolong, sedangkan R selamat.
“Saya mengimbau kepada masyarakat di Kecamatan Mejobo, khususnya dalam situasi banjir ini, agar tidak bermain-main dan selalu berhati-hati saat melintasi jalan. Karena genangan air di Mejobo masih cukup tinggi,” kata Rusmanto.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, per Sabtu (16/3/2024), banjir Kudus ini melanda 29 desa di lima kecamatan. Banjir merendam 10.860 rumah dan 3.869 hektare sawah.(RRI/Kompas/Tribun)





