Zohran Mamdani Ancam Donald Trump, Dibalas Julukan Komunis dan Prediksi Eksodus Warga New York

Presiden AS Donald Trump terlibat saling sindir dengan Wali Kota New York terpilih Zohran Mamdani. Foto:SS Instagram Diolah SORA
Mamdani tantang Trump, perang kata antara New York dan Miami pun pecah

Saling serang tak terhindarkan. Baru saja memenangkan Pemilihan Wali Kota New York City (NYC), Zohran Mamdani langsung menantang Presiden Donald Trump. Tak perlu menunggu lama, Trump membalas dari Miami. Dia menyebut Mamdani “komunis” dan meramal NYC bakal ditinggal warganya.

Selasa malam, 4 November 2025, Mamdani menggebrak panggung kemenangan. Pidato politikus Muslim ini  berapi-api, mengirimkan pesan perlawanan langsung ke Gedung Putih.

“Jadi, dengarkan saya, Presiden Trump: untuk menjangkau salah satu dari kami, Anda harus melewati kami semua,” tegas Mamdani dikutip dari The Guardian.

Bacaan Lainnya

Mamdani juga berjanji memenuhi ekspektasi tinggi warga kota. “Saat kami memasuki balai kota dalam 58 hari, ekspektasinya akan tinggi. Kita akan memenuhinya,” seru Mamdani.

Kemenangan Mamdani menambah panjang daftar sukses Demokrat malam itu. Mikie Sherrill merebut kursi gubernur New Jersey. Abigail Spanberger mencetak sejarah sebagai gubernur perempuan pertama Virginia.

Rentetan kemenangan ini jelas membuat Trump bereaksi. Saat Mamdani masih berpidato, Trump justru sibuk di Truth Social. Dia mendesak legislator mengakhiri filibuster dan mengesahkan UU pemilu baru.

Keesokan harinya, Rabu, 5 November 2025, Trump menyerang balik Mamdani secara terbuka. Saat berpidato di Forum Bisnis Amerika di Miami, Trump menyebut kemenangan Mamdani adalah bencana.

“Partai mereka mengangkat seorang komunis sebagai wali kota kota terbesar di negara ini,” kata Trump seperti dilansir Foxbusiness.

Donald Trump memprediksi akan terjadi eksodus besar-besaran dari NYC. Dia bahkan menjuluki Florida Selatan sebagai tempat perlindungan baru.

“Demokrat begitu ekstrem sehingga Miami akan segera menjadi tempat berlindung bagi mereka yang melarikan diri dari komunisme di Kota New York,” lanjutnya.

Mamdani, sosialis demokrat berusia 34 tahun, memang mengusung agenda radikal. Dia sukses mengalahkan nama besar seperti mantan Gubernur Andrew Cuomo.

Situs kampanyenya mencatat janji ambisius. Dia ingin menggratiskan layanan bus kota dan membangun 200.000 rumah terjangkau. Dia juga berjanji menaikkan upah minimum menjadi $30 per jam pada 2030, serta membangun toko kelontong yang dikelola pemerintah kota.

Untuk mendanai semua itu, Mamdani akan menaikkan pajak secara signifikan bagi perusahaan dan orang kaya. Tuntutan ini disambut meriah pendukungnya, yang kompak meneriakkan “Pajaki orang kaya!” saat rapat umum.

Trump membandingkan dua pilihan: akal sehat atau komunisme. “Lawan kita menawarkan mimpi buruk ekonomi. Kita sedang menghadirkan keajaiban ekonomi,” klaim Trump.

“Kaum sosialis Marxis dan globalis komunis hanya menghasilkan bencana. Dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis bertindak di New York,” tutupnya.***

Pos terkait