Wow, Mahasiswa ITB Sukses Buat Inovasi ASI Bubuk

Anggota Tim Mengasihi ITB lainnya, Razan, mengatakan, lomba yang diikuti bersama timnya baru pertama kali diikuti. “Sebenarnya ini merupakan lomba pertama kami. Jadi, segala hal yang terjadi selama persiapan dan pelaksanaan kemarin terasa menyenangkan sekaligus menegangkan secara bersamaan,” kata Razan, dikutip dalam laman resmi ITB.

Inovasi ASI Kinasih berangkat dari masalah stunting yang marak terjadi di Indonesia. Menurut hasil wawancara tim dengan salah satu ibu dari Komunitas Bercerita, ada ibu yang bekerja jauh dari rumahnya berupaya mengirimkan ASI beku untuk bayinya melalui pengiriman tercepat dengan kereta api. Namun, jarak tempuh yang panjang menyebabkan ASI beku yang dikirimkan tidak dapat dikonsumsi. Alhasil, ibu itu akhirnya memberikan susu formula. Nah, untuk mengatasi permasalahan seperti itulah ASI Kinasih dibikin.

“Kami juga merencanakan cara untuk menunjukkan bahwa penggunaan bubuk ASI ini sangat mudah. Hanya dengan mencampurkannya dengan air suhu ruangan, bubuk ASI akan larut dan siap dikonsumsi,” ungkap Razan.

Bacaan Lainnya

Bila mengacu pada model Business to Business (B2B), saat ini Tim Mengasihi berada pada tahap high prototyping fidelity yang beroperasi di laboratorium farmasi ITB. Dalam mengerjakan proyek ini, Tim Mengasihi dibimbing oleh Dosen Sekolah Farmasi (SF ITB) Dr. apt. Amirah, serta mentor dari sisi bisnis, Sarah Ismullah, S.Si,. MBA,. Tim Mengasihi juga mendapat mentor dari Astra selama perlombaan, yaitu Chief Product Officer Biofarma, OT. Ponangsera.

Anggota Tim Mengasihi lainnya, Adi, mengaku senang dan mendapatkan banyak pengalaman melalui kompetisi ini. “Pengalaman dinilai langsung sama orang orang ternama merupakan salah satu hal yang spesial bagi kami,” terang Adi.

(Farhan)

Pos terkait