Wisata Mangrove Surabaya, Konservasi yang Menghidupi Daerah

Kebun Raya Mangrove Surabaya. - Dok. Samudrafakta

Dampak ekonomi juga dirasakan masyarakat sekitar. Sebanyak 20 pelaku UMKM kuliner dan 25 pelaku UKM cenderamata beroperasi di kawasan KRM, dengan omzet kumulatif mencapai Rp605,26 juta hingga November 2025. Skema ini memperlihatkan bagaimana PAD, ekonomi warga, dan konservasi dapat saling menguatkan.

Di tengah tekanan pembangunan pesisir, Kebun Raya Mangrove Surabaya menawarkan model berbeda: wisata yang menghasilkan pendapatan, tanpa menggadaikan ekosistem. Sebuah pelajaran bahwa PAD tidak selalu harus lahir dari beton—kadang ia tumbuh dari akar-akar mangrove yang dijaga dengan sabar.***

Pos terkait