Benteng Pendem Ambarawa kini resmi buka kembali usai revitalisasi. Destinasi bersejarah ini tawarkan koleksi mobil klasik langka.
Setelah melalui proses pemugaran yang panjang, cagar budaya peninggalan era Hindia Belanda ini sukses bertransformasi menjadi ruang rekreasi dan edukasi yang memikat.
Penambahan daya tarik berupa deretan kendaraan antik nyatanya berhasil menyuntikkan nyawa baru pada bangunan berusia ratusan tahun ini, menjadikannya lebih dari sekadar saksi bisu sejarah, melainkan sebuah destinasi wisata interaktif di Kabupaten Semarang.
Pesona Baru Pascarevitalisasi
Pemerintah secara resmi membuka kembali Benteng Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa pada Senin, 17 November 2025 lalu.
Menelan anggaran revitalisasi sebesar Rp 143 miliar, bangunan berusia hampir dua abad ini kini menjalankan peran baru sebagai pusat edukasi sejarah dan ruang publik yang nyaman.

Pengelola tidak hanya menyajikan suasana masa lampau dari arsitektur kolonialnya. Kini, pengunjung bisa merasakan sensasi nostalgia melalui kehadiran puluhan mobil klasik langka dari berbagai jenis dan usia.
Wawan Santoso selaku pengelola menyebutkan, terdapat 26 mobil klasik buatan Amerika dan Eropa yang terpajang di area benteng.
Pengelola membagi koleksi ini ke dalam dua skema: mobil pajangan (display) dan mobil untuk wisata keliling area dalam benteng. Salah satu primadona koleksi ini adalah Hilman Minx Cabriolet 1948 berwarna putih yang diklaim hanya ada satu unit di Indonesia.
Pengunjung juga bisa melihat mobil merah Dodge Duluxe 1948 yang pernah Presiden Soekarno gunakan saat meninjau erupsi Gunung Kelud di Kediri.
Daftar Sebagian Koleksi Mobil Klasik di Benteng Pendem:

Menelisik Jejak Sejarah Fort Willem I
Masyarakat setempat memberi julukan Benteng Pendem karena konstruksi bangunan ini tampak terpendam di tengah rawa dan persawahan. Nama resminya sendiri, Fort Willem I, berasal dari nama Raja Belanda kala itu, Willem Frederik Prins Van Oranje-Nassau (1815-1840).


