Aksi sepihak seorang warga menutup jalan perumahan di Sidokare, Sidoarjo, viral dan dijuluki netizen sebagai ‘Selat Hormuz’ cabang Jawa Timur.
Jagad media sosial dihebohkan dengan munculnya fenomena unik yang dijuluki netizen sebagai ‘Selat Hormuz cabang Sidoarjo’. Istilah nyeleneh ini merujuk pada aksi penutupan akses jalan sepihak di Perumahan Sidokare, Jawa Timur.
Dalam video yang beredar, tampak pembatas berupa palang dan papan menutup sebagian badan jalan. Penghalang tersebut sengaja digeser ke tengah sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan yang hendak melintas di lokasi.
Warga sekitar yang melintas terlihat kesulitan menghadapi rintangan tersebut. Beberapa pengendara bahkan terpaksa turun dari kendaraan untuk memindahkan sendiri palang kayu agar perjalanan mereka bisa berlanjut.
Klaim Jalan Pribadi vs Fasum
Aksi ini memicu perdebatan panas antara warga dengan pria pemasang palang tersebut. Sosok pria tersebut bersikeras bahwa ruas jalan di depan rumahnya bukanlah fasilitas umum (fasum) melainkan akses pribadi.
“Ini bukan jalan umum, ini jalan alternatif yang mau masuk ke rumah,” ujar pria pemasang palang tersebut dalam unggahan Instagram @jakartavox, Senin (6/4/2026). Ia tampak tidak menghiraukan protes warga sekitarnya.
View this post on Instagram
Klaim tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh warga lain yang merasa dirugikan. “Ini jalan fasum Pak, saya nggak masuk logikanya Bapak,” tegas salah satu warga yang terlibat adu argumen dalam rekaman video viral tersebut.
Jalan yang dipalang tersebut dipastikan merupakan aset fasum di lingkungan perumahan. Sesuai aturan kependudukan di Sidoarjo, akses tersebut seharusnya dapat digunakan bersama oleh seluruh penghuni tanpa sekat.
RT dan RW Angkat Tangan
Pengurus RT dan RW setempat dilaporkan sudah melakukan berbagai upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik ketersinggungan ini. Namun, warga yang bersangkutan dikabarkan tetap tidak mengindahkan arahan maupun teguran pengurus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun otoritas perumahan terkait penanganan kasus penutupan jalan ini. Keresahan warga masih terus berlanjut di lokasi kejadian.
Tindakan menutup jalan secara sepihak di area publik dapat dijerat dengan aturan hukum mengenai gangguan fungsi jalan. Netizen berharap pihak berwenang segera turun tangan sebelum terjadi konflik fisik antarwarga yang lebih luas.***