Titik Panas Karhutla Melonjak, Pemerintah Uji Coba Cairan Pemadam Brasil

Ilustrasi sebaran karhutla di Kalimantan Tengah. (Kanal Kalteng)

Pemerintah menguji coba cairan pemadam dari Brasil di tengah lonjakan titik panas karhutla di berbagai wilayah dan memburuknya kualitas udara yang memicu puluhan kasus ISPA.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah tengah menguji coba cairan pemadam bantuan dari Brasil untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Uji coba bahan pengurai api tersebut kini difokuskan di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

“Cairan ini sudah kami uji coba di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Mudah-mudahan upaya ini terus berlanjut sehingga kebakaran segera bisa dipadamkan,” kata Dudung di Jakarta, Ahad, 11 Oktober 2026.

Lonjakan Titik Panas dan Kabut Asap

Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas atau hotspot secara nasional melonjak menjadi 793 titik pada akhir pekan lalu. Angka ini meningkat drastis dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level 437 titik panas.

Bacaan Lainnya

Provinsi Kalimantan Tengah menjadi penyumbang terbesar dengan 288 titik panas berstatus tingkat kepercayaan tinggi. Akibat kepungan asap pekat, kualitas udara di Kota Palangka Raya kini masuk dalam kategori berbahaya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan warga setempat. Pihak puskesmas di Kota Palangka Raya mencatat sedikitnya 88 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA telah menjangkiti warga akibat paparan asap.

Kendala Pemadaman di Papua Selatan

Selain di Kalimantan, kebakaran lahan juga melanda sepuluh distrik di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Berdasarkan pendataan sementara, luas area yang hangus terbakar mencapai sekitar 63 hektare.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa tim gabungan kesulitan memadamkan api di sejumlah titik. Lokasi yang terpencil membuat operasi darat terhambat.

“Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya pengendalian api sehingga pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait perlu terus dilakukan,” kata Berton.

Instruksi Percepatan Operasi

Ihwal memburuknya situasi tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menyebut pemerintah terus mengkaji langkah paling efektif. Operasi udara dan darat kini dipercepat dengan melibatkan berbagai unsur keamanan.

Presiden Prabowo telah memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk turun langsung ke lapangan. Selain memadamkan api, perbaikan regulasi pencegahan dan penguatan kelembagaan juga tengah didorong secara paralel.

“Termasuk mempersiapkan Badan Restorasi Gambut menjadi badan yang lebih fleksibel untuk menghadapi dan mencegah karhutla agar dapat diminimalkan,” kata Listyo.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan