Laga babak kedua baru saja dimulai. Kapten tim Jepang Joel Fujita berhasil menyentak Uzbekistan. Untung tendangan ke arah gawang itu berhasil digagalkan kiper Nematov. Timnas Jepang berbalik dikejutkan oleh serangan balik Uzbekistan. Umpan silang Ruslanbek Jiyanov yang mengarah ke gawang Jepang berhasil ditepis Kokubo.
Pada menit ke-71, pelatih Oiwa mengganti Kein Sato dengan Fuki Yamada. Upaya ini membuahkan hasil. Kombinasi Yamada dengan Sota Kawasaki menciptakan peluang. Yamada menyundul umpan silang Kawasaki dari sisi kiri lapangan. Sayangnya bola melewati mistar gawang Nematov.
Waktu normal tinggal tiga menit. Jepang terus berusaha mendominasi permainan. Pada menit ke-91, Seiji Kimura mendapat umpan lambung di depan kotak penalti Uzbekistan. Dia kemudian menyundul bola ke arah Yamada. Tanpa ragu, pemain pengganti ini melakukan tendangan terukur ke pojok gawang Uzbekistan dari tepi kotak penalti. Supporter Samurai Biru langsung bergemuruh menyambut gol di menit-menit akhir ini. Jepang unggul 1-0 pada menit ke-91, sementara wasit memberi tambahan waktu hingga 11 menit.
Ketegangan semakin memuncak, dan drama terjadi di menit-menit akhir. Pemain belakang Jepang Sekine terekam kamera VAR handball di menit ke-100. Semula wasit terus melanjutkan pertandingan. Namun setelah melihat VAR, Uzbekistan akhirnya mendapat hadiah penalti. Pelatih Timur Kapadze menunjuk Rakhmonaliev sebagai eksekutor penalti. Bibir Rakhmonaliev bergetar seperti membaca doa. Saat tendangan dilakukan, perang mental dimenangkan Kokubo.
Dia berhasil menepis tendangan Rakhmonaliev yang mengarah ke kanan gawang Jepang. Setelah penalti itu, gawang Kokubo digelontor tiga kali sepak pojok yang langsung mengarah ke gawang. Tiga tendangan pojok tersebut dilakukan oleh Rakhmonaliev. Semua tendangan pojok itu berhasil ditepis oleh Kokubo. Malam itu akhirnya milik Samurai Biru. Wasit Mooud Bonyadifard dari Iran akhirnya meniup peluit panjang tanda final telah berakhir. Samurai biru akhirnya berhasil membawa pulang Piala Asia U-23 untuk kedua kalinya.♦

