“Masalah SAKIP dan e-planning ini kan sangat penting dalam pemerintahan, sehingga kami berharap, setelah belajar dari Surabaya, pelayanan kami di Magetan bisa jauh lebih bagus kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menjelaskan alasannya memilih Kota Surabaya untuk belajar dan mengadopsi aplikasi SAKIP dan e-planning. Salah satu alasannya, karena pasti lebih ekonomis. Selain jaraknya lebih dekat, jajaran yang akan belajar di Surabaya juga akan diajari secara gratis, dan aplikasinya juga bisa diduplikasi secara gratis. Sehingga aplikasi itu tinggal menyesuaikan dengan kondisi di Magetan.
“Surabaya ini pasti gudangnya ilmu dan inovasi. SDM banyak dan handal. Jadi, kami akan bekerja sama yang saling menguntungkan dan akan saling support,” kata Hergunadi.
Setelah melakukan penandatanganan kerja sama, Hergunadi memastikan akan meminta jajarannya untuk “sekolah” di Pemkot Surabaya. Untuk di tahap awal, yang akan diadopsi dari Kota Surabaya adalah SAKIP dan e-planning–yang akan terus disusul dengan kerja sama lainnya.
“Insyaallah habis Lebaran teman-teman dari Magetan akan ‘sekolah’ di Pemkot Surabaya,” pungkasnya.◼︎





