Surabaya Peringkat Satu Kota Terinovatif Nasional 2025

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan di IGA 2025. — Dok. Humas Pemkot Surabaya

“Alhamdulillah, penghargaan IGA 2025 ini menjadi validasi bahwa kita berada di jalur yang benar. Kebijakan pemerintah tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan peta yang akurat,” kata Eri seusai menerima penghargaan.

Ia menyebut inovasi tersebut digunakan untuk menjawab tiga tantangan utama ekonomi daerah, yakni ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam aspek ketahanan pangan, Pemkot Surabaya memetakan lahan produktif dan aset pemerintah untuk urban farming melalui One Map yang terhubung dengan data stok pangan pada One Data. Skema ini memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Bacaan Lainnya

Untuk pengendalian inflasi, pemantauan harga komoditas dilakukan secara real-time. Data tersebut memungkinkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan operasi pasar secara tepat sasaran di wilayah yang mengalami lonjakan harga.

Sementara untuk peningkatan PAD, peta digital aset dan objek pajak digunakan untuk meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus memetakan potensi pajak baru yang berkontribusi pada kenaikan PAD tahun 2025.

“Ketika data kita satu dan petanya jelas, kita tahu persis di mana harus intervensi pasar untuk menekan inflasi dan di mana potensi pajak bisa dioptimalkan,” tegas Eri.

Penghargaan kategori Sebaran Inovasi Urusan Pemerintahan Konkuren Terbanyak menegaskan bahwa inovasi telah menjadi budaya birokrasi di Surabaya. Inovasi tidak terpusat pada satu sektor, melainkan tersebar di berbagai urusan, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga infrastruktur.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh warga Surabaya dan jajaran ASN yang terus berinovasi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk melayani masyarakat dengan cara yang cerdas, cepat, dan solutif,” pungkas Eri. ***

 

Pos terkait