Sebagian penerbangan jarak jauh harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih panjang.
AP News melaporkan sejumlah maskapai menawarkan opsi penjadwalan ulang dan pengembalian dana tanpa penalti bagi penumpang terdampak.
Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan risiko di tengah aktivitas militer yang masih berlangsung.
Risiko Keamanan Meningkat
Penutupan ruang udara dilakukan karena meningkatnya potensi ancaman terhadap penerbangan sipil.
Situasi keamanan berubah cepat setelah operasi militer dimulai. Negara-negara kawasan memilih pendekatan preventif untuk mencegah insiden terhadap pesawat komersial.
Hingga Sabtu malam, belum ada kepastian kapan seluruh wilayah udara yang ditutup akan kembali dibuka sepenuhnya.
Maskapai dan otoritas penerbangan internasional masih memantau perkembangan terbaru.
Eskalasi ini menunjukkan betapa konflik geopolitik di Timur Tengah dapat mengganggu konektivitas udara global hanya dalam hitungan jam.***





