Racikan Magis Para Pelatih Gaek di Piala Dunia 2026: Usia Boleh Senja, Taktik Tetap Menyala

Pelatih Spanyol
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. (AP Photo)

Luis de la Fuente baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola. Juru taktik asal Spanyol ini resmi menjadi pelatih tertua yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia, setelah membawa tim Matador menumbangkan Argentina 1-0 di laga final, Senin (20/7/2026) WIB.


Data dari jaringan statistik sepak bola Skooka mencatat, De la Fuente menyabet gelar juara ini di usia 65 tahun 29 hari. Catatan tersebut otomatis memecahkan rekor pelatih tertua sepanjang sejarah turnamen.

Menariknya, De la Fuente bukan satu-satunya “orang tua” yang unjuk gigi di Piala Dunia 2026. Ada deretan pelatih berkepala tujuh yang masih dipercaya menakhodai tim nasional. Alih-alih sekadar jadi pelengkap, mereka justru menjadi otak sekaligus dinamo utama di balik ketangguhan strategi timnya.

Berikut adalah barisan pelatih legendaris berusia senja yang membuktikan bahwa usia hanyalah angka di Piala Dunia 2026:

Bacaan Lainnya

1. Dick Advocaat (78 Tahun) — Curacao

Di usia 78 tahun, Dick Advocaat resmi menobatkan dirinya sebagai pelatih tertua yang pernah menginjakkan kaki di panggung Piala Dunia. Pria Belanda yang dijuluki The Little General ini menunjukkan kalau gairahnya pada si kulit bundar belum padam sama sekali sejak memulai karier kepelatihan pada era 1980-an.

Meski langkah Curacao harus terhenti di fase grup, Advocaat tetap pulang dengan kepala tegak. Ia sukses mengukir sejarah manis sebagai pelatih pertama yang mampu meloloskan negara kepulauan tersebut ke putaran final Piala Dunia.

2. Miroslav Koubek (74 Tahun) — Republik Ceko

Miroslav Koubek membawa kedisiplinan tingkat tinggi dan kematangan taktik ke skuad Ceko. Menangani pemain yang usianya terpaut hingga setengah abad, Koubek menempatkan diri bukan cuma sebagai bos, tapi juga figur ayah sekaligus mentor yang sangat dihormati.

Koubek mematahkan anggapan bahwa pelatih tua pasti kolot. Ia justru cerdik memadukan gaya sepak bola klasik Eropa Timur dengan transisi modern yang dinamis. Racikan ini membuat Ceko sempat menjadi tim yang sangat solid dan sulit ditembus, meski akhirnya mereka gagal melaju ke putaran kedua.

3. Hugo Broos (74 Tahun) — Afrika Selatan

Arsitek asal Belgia ini sudah kenyang pengalaman dalam menciptakan kejutan di turnamen besar. Mengandalkan ketenangan dan insting tajam yang diasah puluhan tahun, Hugo Broos sukses mengantar Afrika Selatan melaju ke babak 32 besar setelah menundangkan Korea Selatan 1-0 di laga penentu grup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan