Upaya Presiden Prabowo Subianto mengambil peran sebagai juru damai di panggung global tentu patut mendapat apresiasi. Kendati demikian, seperti yang Jusuf Kalla tegaskan, niat baik saja tidak cukup. Indonesia harus menghadapi tembok tebal berupa ketidaksetaraan posisi diplomasi dengan negara adidaya, serta panasnya eskalasi konflik pasca-tewasnya tokoh penting Iran. Di saat yang sama, komitmen pemerintah merawat keadilan dan kedamaian di dalam negeri tetap harus menjadi prioritas utama agar Indonesia terhindar dari krisis serupa.***
Prabowo Ingin Damaikan Iran, AS, dan Israel, JK: Niatnya Baik, Tapi Skala Masalahnya Sangat Besar





