Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memindahkan 82 narapidana berisiko tinggi atau high risk asal Bali dan Jawa Timur (Jatim) ke Nusakambangan, Jawa Tengah.
___________________
“82 warga binaan kami terima di sini sekitar pukul 14.00 WIB, 55 orang dari wilayah Jawa Timur dan 27 orang dari wilayah Bali,” kata Irfan, Koordinator Wilayah Nusakambangan sekaligus Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan, dikutip Kamis, 25 September 2025.
Irfan menjelaskan, para narapidana itu ditempatkan di beberapa lapas. Sebanyak 25 orang berada di Lapas Super Maksimum Karang Anyar, 30 orang di Lapas Super Maksimum Pasir Putih, 15 orang di Lapas Maksimum Gladakan, dan 12 orang lainnya di Lapas Maksimum Ngaseman.
Berdasarkan hasil asesmen, para narapidana dikategorikan high risk sehingga membutuhkan strategi pembinaan dan pengamanan yang lebih tepat. Pemindahan ke Nusakambangan diharapkan mendorong perubahan perilaku mereka ke arah yang lebih baik.
Proses pemindahan berjalan dengan pengawalan kolaborasi Ditjen Pemasyarakatan melalui tim Direktorat Pengamanan Intelijen dan Kepatuhan Internal, bekerja sama dengan kepolisian serta petugas kantor wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jatim dan Bali.
Pemindahan narapidana high risk ke Nusakambangan menjadi bagian dari program Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Mashudi, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk menciptakan lingkungan lapas dan rutan bebas narkoba.
Pemindahan kali ini menjadi yang kedua pada bulan September 2025. Sebelumnya, 60 narapidana high risk asal Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dipindahkan ke Nusakambangan pada Jumat, 19 September 2025.
“Pemindahan ini dilakukan untuk kebutuhan pembinaan dan pengamanan,” kata Herman Sawiran, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung.
Para narapidana kini berada di lembaga pemasyarakatan dengan pengamanan super ketat. Langkah ini diharapkan sekaligus membersihkan lapas dari peredaran narkoba dan memberikan pembinaan yang tepat bagi mereka.***