Pemkot Surabaya meluncurkan game mangrovethrone.com di KRM. Inovasi ini mengajak anak-anak bergerak aktif dan mencintai lingkungan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menghadirkan inovasi baru berbasis teknologi untuk mengajak generasi muda bergerak aktif sekaligus mencintai lingkungan. Inovasi tersebut berupa game online berbasis web bernama mangrovethrone.com, yang dirancang khusus untuk dimainkan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya.
Inovasi interaktif ini dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada Sabtu (25/7/2026), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) KRM yang ke-3.
Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menjelaskan bahwa pengembangan game ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak-anak usia sekolah—mulai dari SD, SMP, hingga SMA—yang sangat gemar bermain game, namun cenderung pasif dan menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kamar. Untuk mengubah pola hidup yang kurang sehat tersebut, Brida merancang game bermodel geolocation dan daily care.
“Anak-anak kita suka bermain game, tapi biasanya duduk di kamar berjam-jam. Itu kan tidak sehat. Dengan permainan ini, anak-anak didorong harus bermain di luar rumah, dalam hal ini KRM yang udaranya segar dan bagus, sehingga anak-anak jadi lebih sehat,” ujar Agus Imam Sonhaji, Rabu (22/7/2026).
Konsep Kerajaan Hewan dan Misi Melawan Sampah
Agus membeberkan, alur cerita game ini mengangkat narasi tiga kerajaan hewan di kawasan Mangrove yang mewakili figur lokal, yakni Rajoboyo (Kerajaan Tahta Sungai), Ratu Sura (Kerajaan Laut), dan Pangeran Kera (Kerajaan Mangrove).
Dalam permainan, ketiga kerajaan yang awalnya kurang rukun ini didorong untuk berkolaborasi melawan monster-monster yang merupakan perwujudan masalah nyata di dunia nyata, seperti sampah plastik, sampah medis, hingga polusi udara.
Selain bertarung melawan sampah, unsur daily care mewajibkan pemain untuk merawat karakter hewannya agar tetap kenyang, sehat, dan bahagia.
“Pemain juga bisa meningkatkan poin kepintaran hewannya dengan menjawab kuis atau soal-soal sederhana yang ada di game. Untuk materi kuis ini, kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) agar materi pelajaran sekolah bisa diserap dengan menyenangkan,” tambahnya.





