Ia menyebut Indonesia memiliki banyak peneliti, dosen, mahasiswa, dan inovator yang bekerja profesional. Karena itu, kasus yang diduga melibatkan segelintir orang tidak boleh menutupi kerja panjang komunitas akademik nasional.
Berdasarkan temuan awal, Brian juga menyatakan pihak yang diduga terlibat tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia. Pernyataan ini menjadi penting untuk memperjelas posisi pemerintah di tengah ramainya tudingan di media sosial.
Kampus Ikut Menelusuri
Universitas Negeri Yogyakarta ikut melakukan penelusuran setelah dua nama alumni disebut dalam perbincangan publik. Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, membenarkan dua nama tersebut tercatat sebagai alumni FMIPA.
Namun, UNY masih memeriksa penggunaan afiliasi dalam publikasi yang dipersoalkan. Kampus menyebut ada data yang berubah-ubah dan tidak sesuai dengan nomenklatur departemen atau program studi di UNY.
Kasus ini menjadi ujian bagi tata kelola riset Indonesia. Respons pemerintah kini tidak hanya ditunggu untuk memastikan sanksi bila pelanggaran terbukti, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan terhadap peneliti Indonesia di forum ilmiah internasional.***

