PBNU Nonaktifkan Erick Thohir sebagai Ketua Lakpesdam Melalui Surat Penonaktifan yang Direvisi

Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (kanan) dalam konferensi pers Resepsi Puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Plaza PBNU, Jakarta, 27 Januari 2023. ANTARA/Aprillio Akbar

Sementara di jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah terdapat lima orang caleg dan 11 orang yang masuk tim capres, antara lain: KH. Ma’shum Faqih (Timnas Amin); Khofifah Indar Parawansa (TKN Prabowo-Gibran); dan KH. Mustofa Aqil Siradj (TPN Ganjar-Mahfud).

Nama Khofifah sebagai Ketua Umum Muslimat NU juga masuk dalam jajaran 48 orang Pengurus Pleno PBNU yang dinonaktifkan. Selain Khofifah, terdapat Ketua Umum Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Saifullah Ma’shum (Timnas Amin); dan Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH. Asep Saifuddin Chalim.

Selain itu, ada juga nama Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa dan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Nusron Wahid (TKN Prabowo-Gibran), serta Ketua Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Nasyirul Falah Amru dan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Yenny Wahid (TPN Ganjar-Mahfud).

Bacaan Lainnya

Nahdlatul Ulama kerap jadi rebutan dalam setiap kontestasi politik di tanah air. Organisasi ini dianggap mampu menjadi pendulang suara elektoral bagi calon presiden dan wakil presiden.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, dikutip dari Tempo, mengatakan bahwa NU selalu ditarik ke gelanggang politik elektoral karena menjadi ormas dengan basis massa terbesar di Indonesia.

“Baik elite maupun peserta pemilu membutuhkan basis dukungan politik NU dan suaranya,” ujar dia seperti dikutip Koran Tempo, Ahad, 21 Januari 2024.


FOTO: Menteri BUMN Erick Thohir, sekaligus Ketua Lakpesdam PBNU, bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (Dok. Tempo)

Pos terkait