Muhammadiyah Milad ke-112, Angkat Tema ‘Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua’

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Instagram @haedarnashirofficial)
Hari ini, 18 November 2024, Muhammadiyah genap berusia 112 tahun. Pada milad kali ini, persyarikatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta, ini mengusung tema “Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua”.

Melalui tema ini, Muhammadiyah menekankan pentingnya peran organisasi dalam menciptakan kondisi sosial, ekonomi, dan spiritual yang adil serta merata.

Fokus utamanya adalah memperkuat sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan komunitas dengan dasar nilai-nilai Islam yang berkemajuan, agar kemakmuran dapat dirasakan oleh semua pihak tanpa terkecuali.

Dalam pidato Milad ke-112, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan, kemakmuran Indonesia tidak boleh hanya dinikmati sekelompok kecil orang.

Bacaan Lainnya
Logo Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah. (muhammadiyah.or.id)

Haedar juga menjelaskan kata per kata tema milad kali ini. Upaya “menghadirkan”, kata Haedar, adalah “berada pada suatu keadaan untuk berbuat sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain”.

“Kata ‘hadir’ dari bahasa Arab mengandung arti ‘maujud‘, yakni ‘ada’ dan ‘mengada’, atau mewujud di dunia nyata. Hadir dalam kaitan hadlarah artinya menghadirkan peradaban, yakni membangun kebudayaan berkemajuan,” kata Haedar dalam pidatonya, Senin (18/11/2024)

Sementara kata “makmur” atau “kemakmuran”, jelas Haedar, secara leksikal Arab adalah “al-rakha”, “al-izdihar”, atau “al-yumnu wa al-barakah”, yakni damai, sejahtera, dan berkah.

Makmur dalam bahasa Indonesia artinya banyak hasil, banyak penduduk dan sejahtera, serba kecukupan, tidak kekurangan. Sedangkan “memakmurkan” ialah “membuat dan menyebabkan menjadikan makmur.”

“Kemakmuran atau keadaan makmur adalah semua harta milik dan kekayaan potensi yang dimiliki negara untuk keperluan seluruh rakyat. Keadaan kehidupan negara yang rakyatnya mendapat kebahagiaan jasmani dan rohani akibat terpenuhi kebutuhannya,” jelas Haedar.

Ia menambahkan, kemakmuran suatu negeri merupakan kondisi kehidupan yang tanahnya subur dan penduduknya berkembang pesat, sejahtera, subur, beruntung, dan sukses dalam diri individu dan masyarakat atau bangsanya.

Pos terkait