Minuman Segar Ini Bikin Haus, Hindari saat Sahur dan Buka Puasa

Beberapa minuman populer yang biasa dikonsumsi saat sahur dan buka puasa ternyata bisa menyebabkan dehidrasi. Bikin haus makin terasa menggigit ketika sedang berpuasa di bilan Ramadan.

Haus berlebihan itu terjadi akibat dehidrasi, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sejak Subuh hingga Magrib. Agar kondisi itu tak terjadi pada diri kita, maka perhatikan beberapa minuman yang sering dikonsumsi saat Ramadan ini, tetapi berisiko menyebabkan dehidrasi:

Kopi

Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik, sehingga membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Tinjauan dalam Journal of Human Kinetics (2010) menyebutkan bahwa kafein dalam dosis sedang hingga tinggi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kombinasi kafein dan gula berlebih juga mempercepat dehidrasi.

Jika sulit melepas kebiasaan minum kopi, batasi konsumsinya saat sahur dan pilih kopi rendah gula tanpa tambahan krimer kental.

Minuman Instan Aneka Rasa

Bubble tea dan minuman instan lainnya digemari karena rasa manis dan tekstur bobanya yang kenyal. Namun, kandungan gula dalam sirup dan susu kental manis sangat tinggi.

Studi dalam Diabetes Care (2010) menunjukkan bahwa minuman tinggi gula dapat memicu dehidrasi karena tubuh memerlukan lebih banyak cairan untuk memprosesnya. Jika tetap ingin menikmatinya saat berbuka, pilih kadar gula yang lebih rendah dan kurangi topping manis.

Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung gula dalam jumlah tinggi, bahkan bisa mencapai belasan sendok teh per kemasan. Karbonasi dalam soda juga dapat menyebabkan kembung dan tidak benar-benar menghilangkan rasa haus.

Nutrition Research Reviews (2008) mencatat bahwa konsumsi rutin minuman bersoda dapat memicu rasa haus berkepanjangan dan berkontribusi pada kenaikan berat badan. Sebagai alternatif, pilih air putih berkarbonasi tanpa pemanis tambahan jika tetap ingin sensasi gelembung.

Minuman Berenergi

Minuman berenergi mengandung kafein tinggi, gula, dan elektrolit buatan. Seperti yang dijelaskan oleh Maughan (2016), kafein bersifat diuretik dan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Ditambah dengan lonjakan gula, tubuh justru kehilangan lebih banyak cairan.