Mengingat Kembali Skandal Texmaco yang Rugikan Negara Rp 31 Triliun

Marimutu Sinivasan (duduk di kursi roda) saat berada di Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kalimantan Barat, Minggu (8/9/2024). (ANTARA/HO-Ditjen Imigrasi Kemenkumham)
Profil Texmaco Jaya

Texmaco Jaya, perusahaan tekstil multinasional yang telah lama beroperasi di Indonesia, kini mengalami perubahan signifikan. Didirikan pada tahun 1966, Texmaco Jaya telah lama menjadi salah satu pemain utama dalam industri tekstil, memproduksi berbagai macam bahan pakaian yang dikenal luas di pasar domestik maupun internasional.

Sebelumnya tergabung dalam Grup Texmaco dan dimiliki oleh Asia Pacific Fibers, Texmaco Jaya menjadi simbol kemajuan industri tekstil Indonesia. Selama beberapa dekade, perusahaan ini dikenal karena inovasi dan kualitas produknya yang beragam, mulai dari kain untuk pakaian hingga produk tekstil lainnya.

Namun, perjalanan panjang Texmaco Jaya mengalami kemunduran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor putusan No.10/PKPU/2010/PN.NIAGA.LPG.PST Jo. No.71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.LPG.PST, Texmaco Jaya telah dinyatakan pailit. Keputusan ini menandai akhir dari operasional perusahaan yang pernah menjadi salah satu pilar penting dalam industri tekstil Indonesia.

Bacaan Lainnya

Saat ini, Texmaco Jaya berada di bawah pengawasan Pengadilan Niaga, dan seluruh proses administrasi serta penyelesaian utang-piutang perusahaan dikelola oleh lembaga peradilan terkait. Keputusan pailit ini adalah langkah hukum untuk menyelesaikan tanggung jawab keuangan perusahaan dan memberi kepastian bagi kreditor serta pihak-pihak yang terkait.

Pos terkait