Menurut rencana, Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) akan mulai dioperasikan pada 18 Agustus 2023. Untuk itu, kereta ini sudah mulai menjalani uji coba atau hot sliding test di Tegalluar, Kab. Bandung, pada Jumat, 19 Mei 2023 lalu. PT Kereta Cepat Indonesia Cina bertujuan (KCIC) mengetes rangkaian Electrical Multiple Unit (EMU) KCIC 400 AF menuju Stasiun Halim Jakarta.
Uji coba ini dilakukan untuk memastikan jika seluruh jaringan Overhead Catenary System (OCS) siap beroperasi. Terlepas dari pro dan kontra yang sempat mengiringi proyek ini, ada fakta-fakta terkait Kereta Cepat Jakarta – Bandung yang perlu kita ketahui.
Kecepatan Kereta
Menurut lansiran laman kcic.co.id, KCJB CR400AF didesain dengan kecepatan 420 km/jam. Dia memiliki kemampuan operasional hingga 350 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, menurut perhitungan ideal, perjalanan Jakarta-Bandung dapat ditempuh selama 36 menit sekali jalan—total 46 menit dengan perhitungan berhenti di setiap stasiun yang dilalui.
Sepanjang trase proyek kereta cepat yang menghubungkan ibu kota Negara dengan ibu kota provinsi Jawa Barat tersebut, ada empat stasiun pemberhentian, yaitu Halim, Karawang, Walini, serta Tegalluar. Kereta akan melaju dalam jarak 142,3 km dari Jakarta ke Bandung, atau sebaliknya.
Spesifikasi
KCJB CR400AF diklaim sebagai generasi terbaru, hasil pengembangan tipe CRH380A oleh perusahaan CRRC Qingdao Sifang. Panjang kepala kereta tersebut 27,2 meter, intermediate 25 meter, lebar 3,36 meter, dan tinggi 4,05 meter. Menurut laman kcic.co.id, dimensi kereta ini lebih besar daripada tipe sebelumnya.
KCJB dibuat untuk mampu bertahan dalam kondisi empat iklim, termasuk iklim tropis seperti di Indonesia. Setiap rangkaiannya dilengkapi dua lightning arrester yang berfungsi sebagai perlindungan dari sambaran petir. CR400AF juga digadang-gadang sanggup menghadapi geografis lintasan yang cenderung menanjak.
Setiap rangkaian kereta didukung daya 9.750 kilowatt, sehingga mampu memberikan akselerasi lebih baik ketika melewati trase dengan elevasi 30 per mil. Dalam kondisi darurat, CR400AF dapat dimanfaatkan sebagai penarik gerbong lainnya, meskipun dalam kondisi elevasi atau gradien 12 per mil.





