Mbah Roisah dan Kisah tentang Para Pengemis Kaya

Ilustrasi pengemis yang menyimpan uang hingga ratusan juta. Foto:Canva

Kisah Basyari berakhir 2015. Keluarga ini berhenti menjadi pengemis lantas beralih profesi menjadi pengusaha. Pengamat sosial dan budaya Universitas Indonesia, Devie Rachmayanti, menilai banyak pengemis di Indonesia yang menekuni pekerjaan meminta-minta sebagai karier profesional.

“Secara umum, ada dua jenis pengemis. Pertama karena keadaan. Kedua karena memang memilih mengemis sebagai karier profesional,” kata Devie dilansir Tempo. Artikel tentang pengemis ini diunggah oleh Tempo pada Selasa, 29 Maret 2016.

Devie menuturkan pengemis yang melakukannya karena faktor kondisi yang mendesak tentu saja memang perlu dibantu pemerintah. Menurut dia, pemerintah mesti membantu dan memberdayakan mereka secara mental, ekonomi, dan sosial agar taraf hidup mereka bisa diperbaiki.

Sedangkan bagi yang menjadikan mengemis sebagai profesi, harus diganjar sanksi. Yang profesional biasanya dapat diidentifikasi setelah pendataan. Bagi yang memang beberapa kali selalu menjadi temuan aparat kemudian setelah diberikan pelatihan dan fasilitas lain dari pemerintah masih melakukannya, dapat dikategorikan profesional atau memang menekuni profesi sebagai pengemis. “Namun, dengan catatan, ini setelah melalui pendataan yang cermat,” ujarnya.

Ia mengatakan ada beberapa pengemis yang kondisinya sulit, baik kondisi ekonomi maupun disabilitas, yang penanganannya bersifat khusus. Tentu saja pengemis bukan menjadi tujuan hidup mereka, tapi karena kondisi yang benar-benar sulit. “Harus terus dibina. Jangan sampai memilih pengemis sebagai karier profesional,” ucapnya.

Dari hasil studi di dalam dan luar negeri, ada beberapa faktor yang mendorong seseorang menjadi pengemis, yaitu ekonomi, pengaruh teman, peluang lapangan kerja informal yang tidak membutuhkan modal dan keahlian, rendahnya pendidikan seseorang, tingginya kebutuhan konsumsi individu, karakter pribadi yang lemah determinasinya, dan berasal dari keluarga yang juga pengemis.