Kepala Desa Ngadisari Sunaryono menambahkan, patung Ganesha yang hilang itu diletakkan pada 2012 setelah erupsi Gunung Bromo pada tahun 2010.
Menurutnya, arca tersebut sebagai simbol atau perantara untuk sembahyang dan berdoa kepada Sang Pencipta. Juga untuk menghaturkan sesaji kepada leluhur di Gunung Bromo. Dan yang paling utama yakni pada Sang Mahakuasa.
Dengan kejadian itu, dia berharap masyarakat Suku Tengger Bromo tidak terprovokasi. Lebih lagi tahun ini sudah masuk tahun politik.
“Dengan kejadian seperti ini, mari kita tetap tenang dan jangan terprovokasi. Lebih lagi jelang pileg dan pilkada atau masuk tahun politik,” tandasnya.
Ganesha merupakan dewa yang dipuja oleh umat Hindu. Patung Ganesha merupakan simbol yang dipercaya oleh agama Hindu sebagai dewa ilmu pengetahuan dan kecerdasan.
Selain itu, Ganesha juga dipercaya Umat Hindu sebagai dewa pelindung dan penolak bala petaka. Menurut kepercayaan umat agama Hindu, biasanya sosok Ganesha dipajang dalam rumah dan tempat-tempat atau bangunan sakral dalam ajaran Hindu.
Bisa berupa relief, patung, lukisan atau gambar. Terutama di kawasan Asia Tenggara, Asia Tengah dan daerah lain seperti India, Tibet hingga Nepal.
Sosok Ganesha berbentuk menyerupai kepala gajah dengan lengan empat dan berhias pernak-pernik disekitar kepala hingga anggota tubuh Ganesha.