Kata Luhut, Hilirisasi Kemenyan Bernilai Miliaran Dolar

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Samudrafakta)

Dewan Ekonomi Nasional melaporkan potensi hilirisasi kemenyan kepada Presiden Prabowo. Komoditas ini bernilai miliaran dolar untuk farmasi dan parfum.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan potensi besar hilirisasi kemenyan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Laporan tersebut disampaikan dalam evaluasi ekonomi pada Selasa (20/10/2026). Pemerintah kini memperluas fokus hilirisasi ke sektor pertanian.

Luhut menyebut kemenyan memiliki nilai ekonomi sangat tinggi di pasar global. Komoditas ini merupakan bahan baku farmasi dan parfum bernilai miliaran dolar.

Bacaan Lainnya

Potensi Puluhan Miliar Dolar

Hilirisasi kemenyan diyakini mampu menyamai kesuksesan nikel. Luhut memperkirakan nilai tambah komoditas ini bisa mencapai puluhan miliar dolar AS.

Langkah strategis ini menjadi arah baru bagi pemerintahan era Prabowo. Selain kemenyan, pemerintah juga turut mendorong hilirisasi tanaman kratom.

“Sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu, sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom dan kemenyan,” ujar Luhut.

Pusat Riset di Toba

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan segera membangun pusat riset. Fasilitas ini berfokus pada penginderaan genomik di kawasan Toba, Sumatera Utara.

Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan fasilitas riset tersebut secara langsung. Persiapan program ini diklaim sudah berjalan dengan sangat baik.

“Nanti kalau semua sesuai dengan rencana, pada bulan Maret tahun depan akan meresmikan ini,” kata Luhut menegaskan komitmen pemerintah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan