“Berdasarkan penilaian awal, dampak longsor ini kemungkinan mengakibatkan penundaan produksi signifikan pada kuartal IV 2025 dan tahun 2026. Kembalinya tambang ke tingkat operasi sebelum insiden berpotensi tercapai pada 2027,” tulis FCX dalam keterangan resmi, Kamis (25/9).
Tambang GBC diketahui menyumbang sekitar 70 persen produksi tembaga dan emas PTFI hingga 2029, dengan komposisi cadangan mineral mencapai 50 persen dari total. Meski blok lain turut terdampak, Freeport menargetkan dua tambang lain—Big Gossan dan Deep Mill Level Zone—bisa kembali beroperasi pada pertengahan kuartal IV 2025.***




