Setelah mengguncang dunia sepak bola Asia dengan menaklukkan Korea Selatan, skuad Garuda Muda kini menatap laga kedua dengan kepala tetap menunduk. Indonesia U-17 berhadapan dengan Yaman dalam lanjutan Grup C Piala Asia AFC U-17 2025 di Jeddah, Arab Saudi, Senin, 7 April 2025, kick off pukul 22.00 WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar tentang poin, tapi juga tentang lembaran sejarah yang tengah ditulis oleh anak-anak muda Indonesia. Kemenangan dramatis atas juara dua kali Korea Selatan masih hangat dalam ingatan. Evandra Florasta, yang seperti ditakdirkan jadi pahlawan, menyambar bola muntah penalti di menit akhir dan mencetak gol kemenangan. Tapi bagi pelatih Nova Arianto, euforia tak boleh memabukkan.
“Anak-anak sudah menunjukkan semangat luar biasa, tapi ini belum akhir perjalanan,” ujar Nova, mantan bek timnas yang kini menakhodai U-17 dengan sikap keras kepala terhadap kemenangan sesaat. “Kami masih punya dua pertandingan dan fokus adalah harga mati.”
Ia sadar, kemenangan atas Korea Selatan datang dengan harga tinggi: tenaga terkuras, emosi tercurah. Maka sebelum bicara taktik untuk menghadapi Yaman, ia lebih dulu menimbang soal pemulihan. Baginya, strategi hanya akan efektif bila pemain tampil segar, baik fisik maupun mental.
Di seberang lapangan, Yaman datang dengan kemenangan bersih 2-0 atas Afghanistan. Tim asuhan Samer Saleh itu tampil tanpa beban, tapi tidak tanpa rencana. Mereka sadar laga melawan Indonesia adalah pintu menuju babak gugur—dan lebih jauh lagi, tiket ke Piala Dunia U-17 FIFA. Sama seperti Indonesia, Yaman pun mengejar penampilan kedua di ajang dunia setelah debut mereka pada 2003.
“Kami belum pernah bertemu Indonesia, tapi kami tidak datang buta,” kata Saleh melansir laman AFC. “Analisis kami menyeluruh. Kami pelajari permainan mereka, dan kami juga evaluasi diri. Kami tahu di mana harus memperbaiki diri.”
Yaman bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Mereka punya organisasi permainan yang rapi, dan performa mereka melawan Afghanistan menunjukkan potensi yang bisa meledak sewaktu-waktu. Tapi Indonesia juga membawa momentum yang sulit dipadamkan: semangat tak kenal lelah dan percaya diri yang tak tergoyahkan.
Pertandingan akan digelar di Stadion Pangeran Abdullah Al Faisal, Jeddah, pada pukul 18:00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB. Ini adalah laga yang bisa menentukan arah perjalanan kedua tim. Menang, dan pintu Piala Dunia terbuka lebar. Kalah, dan jalan terjal menanti.
Dalam sepak bola, sejarah selalu dimulai dari satu pertandingan. Bagi Garuda Muda, Senin malam di Jeddah bisa jadi awal dari kisah besar berikutnya.***





