Siapa pun yang rehat di Café Plüsch ini akan disuguhi pemandangan gereja di Monreal, Pfarrkirche Heiligste Dreifaltigkeit. Jika masih ada waktu sebelum keberangkatan bus terakhir, kembali berjalan-jalan menikmati ketenangan kota adalah pilihan yang tepat.

Sedikit kekurangan dari perjalanan ke Monreal adalah seringkali jadwal moda transportasi mengalami perubahan mendadak. Misalnya, jadwal kereta kerap mengalami keterlambatan, yang berdampak pada kedatangan dan keberangkatan kereta berikutnya. Untuk itu, penumpang harus rajin mengecek update informasi terkait kereta yang akan dinaiki melalui aplikasi Deutsche Bahn.
Hal yang sama juga terjadi pada jadwal bus yang mengangkut penumpang ke stasiun. Dan penulis sempat dibikin kebat-kebit oleh bus itu. Pasalnya, bus yang seharusnya mengangkut penulis ke stasiun ternyata tidak beroperasi. Beruntung datang bus lainnya yang mengantar penulis dan penumpang lain ke stasiun kereta. Keterlambatan berikutnya terjadi di transit kereta kedua, yang membuat penulis harus menunggu kereta berikutnya selama satu jam.
Pesan moral dari perjalanan dengan tiket 9 Euro all in ini adalah: selalu siapkan back up plan! Kalau tidak, Anda bisa kebingungan dan emosi sepanjang perjalanan. Tetapi, Untungnya, memori tentang ketenangan Monreal sedikit memupus kekecewaan terhadap layanan moda transportasi itu.
Oiya, perjalanan tadi penulis tempuh 2 Agustus 2022 ya. Terlepas dari beberapa insiden jadwal moda transportasi umum itu, Monreal adalah kota yang sepertinya wajib Anda kunjungi bila mampir ke Jerman.*





