Kedai Kopi Kian Menjamur, Begini Awal Kisahnya 

Jenis kopi yang dijual kedai-kedai kopi ini, sekaligus menjadi ciri khas gelombang keempat, adalah kopi susu kekinian. 

Kopi susu kekinian adalah kopi yang dicampur susu dan ditambah gula aren sebagai pemanis. Bahan-bahan lain, seperti biskuit, alpukat, dan matcha, terkadang ditambahkan sebagai penambah rasa pada kopi. Jenis kopi inilah yang banyak disukai generasi milenial dan Z.

Lalu, kenapa kedai kopi bisa semenjamur itu? Karena, tak lain tak bukan, coffee shop dinilai memiliki prospek bisnis yang baik. Menurut data Statista, nilai penjualan (sales value) kafe dan bar di Indonesia meningkat, dari USD1,36 miliar pada tahun 2021 menjadi USD1,89 miliartahun 2022. Pada tahun 2026, nilai ini diprediksi akan meningkat hingga USD3,77 miliar.

Bacaan Lainnya

Selain itu, prospek bisnis ini juga didukung faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan coffee shop atau kedai kopi di Indonesia. Misalnya, munculnya dominasi generasi milenial dan Z; kian berkembangnya budaya nongkrong sambil ngopi; adanya peningkatan daya beli konsumen, diikuti dengan harga kopi kekinian yang makin terjangkau; munculnya aplikasi pesan antar makanan; dan perkembangan media sosial yang begitu pesat.

Jadi, udah pada ngopi belum?

___FOTO: Ilustrasi Canva.

Pos terkait