Dari Usulan Publik ke Entri Resmi
Menariknya, KBBI kini sangat partisipatif. Hingga saat ini:
-
KBBI Daring telah menerima 255.629 usulan dari masyarakat,
-
Sebanyak 181.220 usulan (sekitar 70,89 persen) sudah disunting.
Setiap kata melewati proses berlapis: disunting editor, ditelaah redaktur, lalu divalidasi sebelum resmi menjadi entri.
Sebuah kata bisa masuk KBBI jika memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:
-
Unik (tidak ada padanannya),
-
Eufonik (enak diucapkan),
-
Sesuai kaidah bahasa Indonesia,
-
Tidak berkonotasi negatif,
-
Digunakan luas dan berulang oleh masyarakat.
Kamus Hidup, Bukan Museum Kata
Dengan sistem pembaruan berkala, KBBI kini bukan lagi buku tebal yang terasa jauh dari keseharian, melainkan cermin bahasa masyarakatnya sendiri.
Ia tidak hanya menetapkan standar, tapi juga merekam perubahan — dari cara orang berbicara, berpikir, bekerja, hingga bercanda.
Bahasa Indonesia, lewat KBBI, menunjukkan dirinya sebagai makhluk hidup: tumbuh, menyesuaikan diri, dan terus bergerak bersama penuturnya.
Berikut adalah 10 kosakata terbaru beserta artinya yang diambil dari daftar pemutakhiran tersebut:
-
Kapitil: Huruf kecil (digunakan sebagai lawan kata dari huruf kapital).
-
Galgah: Sensasi segar atau lega pada kerongkongan karena sudah minum (sering dianggap sebagai lawan kata haus/dahaga dalam konteks sensasi).
-
Palum: Keadaan sudah puas minum atau sudah tidak haus lagi (lawan kata dahaga/haus).
-
Petrikor: Aroma alami yang khas dan menyegarkan yang muncul ketika hujan jatuh ke permukaan tanah yang kering.
-
Bucin: Singkatan dari “budak cinta”; sebutan untuk orang yang terlalu larut dalam cinta hingga rela melakukan apa saja demi pasangannya (ragam cakapan).
-
FYI: Singkatan dari for your information; sebagai informasi (ragam cakapan/istilah internet).
-
Hadeh: Kata seru untuk menyatakan rasa lelah, kesal, atau pasrah (ragam cakapan).
-
Hiks: Kata seru yang menirukan bunyi orang menangis atau terisak (ragam cakapan).
-
Adik-adikan: Seseorang yang dianggap atau diperlakukan seperti adik sendiri, tetapi tidak memiliki hubungan darah.
-
Abalu: Sejenis pohon atau kayu (istilah bidang biologi/kehutanan).
Pemutakhiran ini dilakukan secara berkala setiap enam bulan (April dan Oktober) untuk merekam dinamika penggunaan bahasa Indonesia, baik bahasa formal maupun ragam percakapan sehari-hari. Anda dapat melihat daftar lengkapnya langsung di laman KBBI Pemutakhiran. ***