Kemudian terapi tersebut akan dilanjutkan dengan memakaikan sepatu khusus pada bayi sampai sekitar 4-5 tahun. Penangan ini harus dilakukan sedini mungkin sejak bayi baru lahir untuk hasil akhir yang lebih memuaskan.
Pada bagian lain, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ternyata sudah mempunyai program yang dinamakan Mentari Clubfoot. Program ini mengoptimalkan layanan penyembuhan kaki pengkor (Clubfoot) pada anak-anak. Bahkan ada metode penyembuhan kaki pengkor yang diberi metode ponseti.
“Melalui metode ponseti ini, kaki pengkor bisa disembuhkan. Hanya butuh ketelatenan, butuh kemauan dari kita, kemauan dari pasien, dan keluarganya sehingga bisa kita kembalikan ke langkahnya yang seimbang dan masa depan yang lebih baik,” ungkap Sekretaris MPKU PP Muhammadiyah, Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR usai pelatihan “Knowledge Refresh: Basic Ponseti Training” di SM Tower & Convention, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (17/12/2023).
Menurut dia, program Mentari Clubfoot telah berjalan tiga bulan. Pelatihan metode ponseti dan sosialisasi penyembuhan kaki pengkor menjadi agenda penting, mengingat masih banyak orang tua anak dengan kaki pengkor yang tidak tahu kalau bisa disembuhkan secara dini.
Apalagi saat ini juga diperkirakan ada sekira 9,8 juta individu dengan kaki pengkor, dan sebanyak 7,8 juta mengalami disabilitas karena kurangnya akses ke penanganan yang tepat.
“Harapannya Knowledge Refresh ini dapat menciptakan semacam desain keseragaman penanganan guna optimalisasi layanan ini untuk masyarakat,” kata Ekorini seperti dilansir laman Muhammadiyah.or.id.
Dr Hilmi Muhammad, Sp.OT(K), narasumber pelatihan Ponseti training mengapresiasi langkah Muhammadiyah menjaring kasus Kaki Pengkor sedini mungkin.
“Tentu ini menjadi langkah baik ketika Muhammadiyah dengan jaringan rumah sakitnya yang sangat luas, turut terlibat menjaring dan memberikan layanan penanganan kaki pengkor kepada masyarakat,” tutupnya. mg05
__FOTO:Yankes Kemenkes