Istibsyaroh
Istibsyaroh tercatat lahir Jombang, Jawa Timur, 19 September 1955. Saat ini ia tercatat sebagai dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Dia juga pernah menjadi anggota DPD, juga anggota MPR periode 2009-2014.
Selain di MUI, Istibsyaroh juga aktif di organisasi NU. Beberapa jabatan strategis dalam ormas ini pernah dia duduki, antara lain Wakil Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur; Wakil Ketua Muslimat NU Wilayah Jawa Timur; Dewan Pakar Muslimat NU cabang Surabaya; dan Dewan Pakar Muslimat NU cabang Kabupaten Kediri. Saat itu dia tercatat sebagai Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI.
Istibsyaroh tercatat pernah bertemu dengan Presiden Israel Reuvlen Rivlin di Tel Aviv, ketika dia memimpin sebuah delegasi ke Israel pada Rabu, 18 Januari 2017. Pertemuan itu diketahui atas prakarsa Dewan Hubungan Australia/Israel dan Yahudi (AIJAC).

MUI sudah melakukan klarifikasi dan mendengar keterangan Istibsyaroh terkait kunjungan tersebut. Kala itu, Istibsyaroh mengaku tidak tahu bakal ada pertemuan dengan Presiden Reuven Rivlin.
“Jadi, kami juga baru minta pendapatnya (Istibsyaroh). Ibu Istibsyaroh tidak tahu akan ada pertemuan dengan Presiden Israel. Dia diajak, ada rombongan, ada beberapa nama. Termasuk adiknya yang mengajak ke Israel,” kata Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga ketika itu, Amany Lubis, sebagaimana dikutip detikcom pada Jumat, 20 Januari 2017.
Istibsyaroh mengaku kepada MUI bahwa dia Israel untuk ke Masjid Al-Aqsa. MUI sendiri kala itu menegaskan tidak ada pembicaraan maupun agenda terkait keberangkatan Istibsyaroh ke Israel.
“Ibu Istibsyaroh berangkat secara pribadi dari Surabaya. Kunjungan ke sana untuk ke Masjid Al-Aqsa. Tidak pernah dibicarakan di MUI, tidak ada pembicaraan apa pun,” terang Amany.
Sementara itu, sebagaimana dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri Israel (www.mfa.gov.il), tampak foto Istibsyaroh bersama beberapa orang lainnya bersama Presiden Rivlin. Dia terlihat duduk di samping Rivlin.
Dalam siaran pers berjudul President Rivlin meets Muslim leaders from Indonesia, Rivlin, melalui keterangan lewat juru bicara presiden, menerima dengan baik delegasi dari Indonesia. Kepada Istibsyaroh dan delegasi, ia mengatakan bahwa demokrasi di Israel bukan hanya untuk Yahudi, tetapi untuk semua orang.
“Kami tidak punya perang dengan Islam. Sayangnya, ada orang yang menolak ide Negara Israel itu sendiri, seperti Iran, Hizbullah, Hamas, secara keras dan jelas bahwa tak ada jalan untuk mengakui Israel, dari kacamata Pan-Islamisme,” kata Rivlin kala itu.
Istibsyaroh, sebagaimana dilansir laman tersebut, mengaku merasa terhormat bisa berada di Israel,
“Indonesia terdiri atas 17 ribu pulau, terbang dari satu sisi ke sisi lain memakan waktu 10 jam. Meskipun ada beragam agama dan budaya yang berbeda, mereka dapat tinggal sebagai satu warga, warga negara Indonesia,” urai Istibsyaroh.*





